Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Skincare Picu Inflasi Sumsel hingga 18 Persen pada Desember 2025

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto (Dok. BPS Sumsel untuk DN Times)
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto (Dok. BPS Sumsel untuk IDN Times)
Intinya sih...
  • Harga skincare menyumbang inflasi 18,23 persen di Sumsel pada Desember 2025.
  • Inflasi Sumsel naik dari 1,20 persen pada 2024 menjadi 2,91 persen pada 2025.
  • Kelompok makanan, minuman, tembakau, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga menjadi penyumbang inflasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) mencatat inflasi pada Desember 2025 mencapai 2,91 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Ada beberapa kelompok pendorong nilai inflasi, salah satunya perawatan pribadi dan jasa lainnya. Termasuk skincare menyumbang inflasi 18,23 persen dengan andil 1,39 persen," kata Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto dalam keterangan rilis yang diterima, Senin (5/1/2026).

1. Tembakau turut dorong nilai inflasi

ilustrasi rokok dari tembakau (unsplash.com/Haim Charbit)
ilustrasi rokok dari tembakau (unsplash.com/Haim Charbit)

Pada Desember 2024, inflasi Sumatra Selatan tercatat sebesar 1,20 persen. Meski mengalami kenaikan pada 2025, kelompok penyumbang inflasi tertinggi di wilayah tersebut masih sama.

"Selain perawatan pribadi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga jadi penyumbang (inflasi)," jelas dia.

2. Harga emas sumbang inflasi Sumsel secara konsisten di 2025

Kantor BPS Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Kantor BPS Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Wahyu menyampaikan, selain kelompok perawatan pribadi, terdapat kelompok lain yang turut mendorong kenaikan harga, yakni perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

"Tetapi secara konsisten, penyumbang inflasi di Sumsel pada akhir 2025, meliputi emas perhiasan dan beberapa bahan pangan seperti cabai merah, beras dan daging ayam ras," katanya.

3. Sejumlah komoditas pangan turut menyumbang inflasi Sumsel

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Wahyu mengaku, sumbangan inflasi dari sejumlah komoditas pangan juga berkaitan dengan bencana di beberapa daerah yang menjadi pemasok bagi Sumsel, seperti salah satunya Sumatra Barat (Sumbar).

"Selain memang permintaan naik di akhir tahun, bencana juga memengaruhi. Karena kita tahu sebagian kebutuhan Sumsel ini ada dari Pulau Jawa tapi ada juga yang dari Sumbar," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

BNNP Sumsel Ringkus 2 Kurir Bawa 1,9 Liter Liquid dan Ribuan Ekstasi

06 Jan 2026, 22:35 WIBNews