Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banyuasin Sambut Baik Pembangunan Pabrik Kelapa Investor Jepang

ilustrasi kelapa
ilustrasi kelapa (freepik.com/jcomp)
Intinya sih...
  • Investor Jepang akan bangun pabrik CCO di Banyuasin dengan anggaran Rp600 miliar.
  • Pemerintah setempat siap fasilitasi proses pembangunan dan butuh 1.000 tenaga kerja.
  • Kebutuhan bahan baku kelapa mencapai 500 ton per hari, diharapkan dapat memperkuat sektor perkebunan kelapa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyuasin, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyambut positif dan siap memfasilitasi rencana pembangunan pabrik crude coconut oil (CCO) oleh investor asal Jepang.

"Kami juga siap memfasilitasi seluruh proses agar investasi ini dapat berjalan lancar," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin Erwin Ibrahim dalam keterangan rilis yang diterima, Minggu (4/1/2025).

1. Pabrik kelapa ditarget operasional Februari 2027

ilustrasi pabrik
ilustrasi pabrik (pexels.com/Pixabay)

Berdasarkan anggaran proyek, investor asal Jepang telah menanamkan dana investasi senilai Rp600 miliar dan pemerintah setempat komitmen membahas berbagai tindak lanjut pembangunan pabrik, mulai dari target penyelesaian konstruksi, rencana operasional hingga kebutuhan bahan baku.

"Pabrik direncanakan mulai beroperasi pada Februari 2027," katanya.

Tahap awal pembangunan tersebut, pemkab membutuhkan sekitar 1.000 tenaga kerja untuk merealisasikan segera operasional pabrik. Menurut Erwin, pabrik CCO di Banyuasin potensi memberi dampak besar.

"Dampaknya terhadap daerah sangat besar, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja, peningkatan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Ini bisa membuka banyak peluang bagi masyarakat Banyuasin," jelas dia.

2. Pembangunan pabrik kelapa di Banyuasin diharap serap warga lokal

Sekda Banyuasin, Erwin Ibrahim
Sekda Banyuasin, Erwin Ibrahim (Dok: Pemkab Banyuasin)

Kemudian lanjutnya, kebutuhan kelapa sebagai bahan baku juga sangat tinggi pada tahap awal. Yakni mencapai 500 ton per hari dan setelah dikonversi akan menjadi CCO sebagai bahan dasar avtur.

"Kami harap kehadiran pabrik mampu memperkuat sektor perkebunan kelapa dan meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal, dan menyediakan kesempatan kerja bagi warga lokal," kata Erwin.

3. Sumsel peluang ekspor kelapa lebih banyak

Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto
Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sebelumnya, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OKJ) Sumsel Babel, Arifin Susanto sempat menyampaikan, Sumsel mulai dilirik investor asing dalam upaya pengembangan komoditas unggulan.

Yakni, penanaman investasi dari investor Jepang, untuk pemberian sokongan akses pembiayaan terhadap ekspor olahan kelapa.

"Kita punya potensi dari kelapa. Selama ini ekspor hanya kelapa utuh. Selanjutnya isi dalam kelapa yang warna putih, coconut itu akan dikembangkan untuk peluang baru (ekspor)," ujarnya dalam acara Sumsel Financial and Economic Collaboration 2025, Rabu (17/12/2025) lalu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

130 Bangungan SD Rusak, Palembang Ajukan Dana Perbaikan ke Pusat

05 Jan 2026, 15:48 WIBNews