Super Flu Ditemukan di Sumsel, Ini Langkah Dinas Kesehatan

- Dinkes Sumsel meminta masyarakat waspada terhadap varian baru influenza A subklade K atau Super Flu.
- Ada lima temuan kasus Super Flu di Sumsel pada Oktober 2025, namun belum ada penambahan kasus hingga saat ini.
- Pasca COVID-19, kekebalan masyarakat terhadap penyakit menular dinilai semakin baik, namun masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan tubuh dan PHBS.
Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Selatan (Sumsel) meminta masyarakat tetap waspada terhadap merebaknya kasus baru influenza A subklade K atau Super Flu. Varian baru influenza tersebut dinilai memiliki tingkat penularan yang cepat. Meski demikian, masyarakat diminta tidak perlu khawatir maupun panik terkait penyakit tersebut.
"Super flu ini seperti influenza biasa, hanya dia varian baru. Secara konsep penyembuhannya cepat, namun tetap harus diwaspadai bagi pemilik komorbid," ungkap Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Darsono, Selasa (6/1/2026).
1. Ada lima temuan pada Oktober 2025

Darsono menjelaskan Dinkes Sumsel mencatat ada lima temuan kasus Super Flu di Sumsel pada bulan Oktober 2025 lalu. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menemukan penambahan kasus pada varian ini.
"Seharusnya secara teori jika penularannya cepat paling tidak kasusnya naik 10 persen, menjadi 15 kasus. Tapi kita belum mendapat informasi lebih lanjut dan kenyataannya tidak ada dalam pelaporan data kesehatan penyakit menular di New All Record (NAR)," jelas dia.
2. Masyarakat diminta pakai masker jika sakit

Darsono menambahkan pasca Pandemi COVID-19 tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit menular dinilai semakin baik. Karena itu, ia menilai penyebaran Super Flu tidak perlu menimbulkan kepanikan.
"Hanya saja masyarakat tetap kita imbau menjaga kesehatan tubuh, memperkuat daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, tidur yang cukup, serta olahraga yang rutin. Tidak lupa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diterapkan. Apabila sakit menggunakan masker," kata dia.

Saat ini, kata Darsono, Dinkes Sumsel terus memantau perkembangan kasus yang ada di Sumsel. Dirinya pun meminta masyarakat tidak sungkan memeriksakan diri ke faskes terdekat.
"Kalau ada gejala sakit berat, ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa," ucapnya.


















