Polisi Tangkap Pengedar Narkotika di Kawasan Wisata Danau Ranau

- Tersangka memanfaatkan mobilitas tinggi di tempat wisata untuk mengedarkan narkotika
- Polisi menyita sabu dan pil ekstasi dari kantong tersangka
- Dugaan adanya jaringan peredaran narkotika yang memanfaatkan penginapan di tempat wisata
Ogan Komering Ulu Selatan, IDN Times - Seorang pengedar narkotika berinisial R (32), ditangkap Satres Narkoba Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Tersangka diduga kerap mengedarkan narkotika jenis sabu dan ekstasi kepada wisatawan yang berkunjung ke Danau Ranau, Kabupaten OKU Selatan
"Penangkapan dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB di halaman Home Stay Melati, Desa Tanjung Sari, Minggu 4 Januari lalu," ungkap Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana pada Selasa (6/1/2026).
1. Tersangka memanfaatkan mobilitas yang tinggi di tempat wisata

Redi menjelaskan, tersangka kerap beraksi dengan berpindah dari satu penginapan ke penginapan lainnya. Aktivitas tersebut memancing kecurigaan warga yang kemudian melaporkannya kepada polisi.
"Tersangka memanfaatkan kawasan wisata yang tinggi mobilitas pengunjung dan lalu lintas dari luar daerah," jelas dia. Tersangka berpindah-pindah hingga akhirnya ditangkap di salah satu penginapan di kawasan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT).
2. Polisi menyita barang bukti dari kantong tersangka

Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan narkotika yang disimpan di saku celana tersangka. Barang yang diamankan berupa sabu seberat 4,56 gram serta pil ekstasi berlogo LV berwarna merah muda, termasuk beberapa pecahan, dengan total berat bruto lebih dari 2 gram.
"Tersangka mengaku memperoleh narkotika dari pihak lain yang saat ini masih dalam penelusuran penyidik," jelas dia.
3. Polisi menduga ada jaringan yang memanfaatkan penginapan di tempat wisata

Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polres OKU Selatan. Aparat terus menelusuri kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika di kawasan Danau Ranau, sembari meningkatkan pengawasan di area wisata.
"Polisi menduga adanya jaringan yang memanfaatkan penginapan dan kawasan wisata sebagai titik edar karena dinilai minim kecurigaan," jelas dia.


















