Waduh, kabutnya tebal lagi
Ampera Blur! Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Palembang, usai 5 Hari Ditabur Dry Ice

Kabut asap tebal kembali menyelimuti Palembang pada Selasa pagi, mulai sekitar pukul 06.00 WIB, membuat Jembatan Ampera tampak samar dan udara terasa menyesakkan.
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir masih berlangsung; tim Manggala Agni terus melakukan penanganan di lokasi.
BPBD Sumsel mencatat 579 titik panas yang menurun, tetapi jarak pandang Palembang sempat hanya 700 meter dan berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Palembang, IDN Times – Keluh Kiki Wulandari, saat membuka pintu rumahnya pada pukul 05.30 WIB, Selasa (20/10/2026). Padahal, dua hari sebelumnya, kondisi kabut asap di Palembang sempat mendingan. Meski pagi hari masih terasa aromanya, namun tidak setebal hari ini. Anak-anak Kiki baru saja kembali bersekolah selama dua hari seperti biasa.
"Kalau begini, ada kemungkinan nanti siang pulang lebih cepat, dan bisa jadi besok-besok bakal PJJ lagi," ujar ibu tiga anak tersebut.
Setelah sempat bernapas lega selama dua hari, warga Palembang kembali dihadapkan pada kabut asap tebal. Udara yang sebelumnya membaik mendadak berubah pekat, bahkan terasa menyesakkan dada saat aktivitas masyarakat mulai berjalan.
Kabut asap mulai menebal sekitar pukul 06.00 WIB. Memasuki pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, asap masih menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Palembang. Kondisi ini membuat sebagian warga terkejut karena kualitas udara sebelumnya sempat membaik dalam dua hari terakhir.
Pantauan langsung IDN Times di kawasan Bundaran Jembatan Ampera pada pukul 06.00 WIB, ikon Kota Palembang tersebut sempat tertutup kabut asap hingga terlihat samar dari kejauhan. Meski asap kembali menebal, aktivitas masyarakat tidak banyak berubah. Warga tetap berangkat bekerja dan menjalankan rutinitas pagi di tengah udara yang terasa kurang nyaman.
Sementara di kawasan Jalan Talang Betutu Lama, udara terasa sangat pekat pada pukul 07.00 WIB. Jarak pandang sangat terganggu oleh kabut asap. Meski begitu, banyak anak berseragam yang berangkat ke sekolah. Sebagian ada yang berjalan kaki, sementara siswa-siswa SMA tampak mengendarai sepeda motor, meski tanpa mengenakan helm ataupun masker.
1. Kondisi cuaca di Sumsel hari ini

Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Palembang masih berada pada kondisi berbahaya. Pada pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 356 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut kemudian turun menjadi 350,1 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WIB dan 314,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00 WIB. Penurunan berlanjut hingga pukul 09.00 WIB, dengan konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 245 mikrogram per meter kubik.
Untuk mengurangi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemerintah menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan dry ice atau es kering di Palembang, Sumatra Selatan. Operasi yang melibatkan BMKG dan TNI ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Oktober 2026.
Pemerintah menyebut pelaksanaan OMC menggunakan dry ice turut diikuti oleh perbaikan jarak pandang di Palembang. Pada 17–18 Oktober 2026, jarak pandang dilaporkan meningkat hingga 2 kilometer dari kondisi sebelumnya yang hanya sekitar 25 meter.
2. Kebakaran di OKI masih jadi penyebab kabut asap di Palembang

Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Salah satu kawasan yang terdampak adalah Jembatan Ampera. Dari pantauan IDN Times sekitar pukul 06.00 WIB, ikon Kota Palembang tersebut sempat tertutup kabut asap hingga terlihat samar dari kejauhan.
Meski asap kembali menebal, aktivitas masyarakat tidak banyak berubah. Warga tetap berangkat bekerja dan menjalankan rutinitas pagi di tengah udara yang terasa kurang nyaman.
Kembalinya kabut asap ini diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, membenarkan bahwa kebakaran di wilayah tersebut masih berlangsung. Tim Manggala Agni pun masih melakukan penanganan di lokasi.
"Iya, kebakarannya masih terjadi di sana (OKI),"ujar Ferdian, Selasa (20/10/2026).

Kondisi kabut asap yang melanda kota Palembang menutup ikon kota Jembatan Ampera (IDN Times/Rangga Erfizal) Di tengah kondisi asap yang kembali menyelimuti Palembang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sekitar 579 titik panas di wilayah Sumsel. Jumlah tersebut diklaim mengalami penurunan.
Namun, penurunan titik panas belum serta-merta membuat kondisi udara di Palembang terbebas dari kabut asap. Pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang bahkan sempat turun hingga 700 meter. Kondisi tersebut turut memengaruhi aspek keselamatan penerbangan karena jarak pandang yang terbatas dapat mengganggu operasional pesawat.
BPBD Sumsel masih memprioritaskan penanganan karhutla di enam wilayah, yakni Kota Palembang, Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim.






















