Palembang, IDN Times - Tata kelola industri sawit di Sumatra Selatan menghadapi tantangan, khususnya dalam perkembangan produktivitas komoditas. Sebab, kondisi geopolitik global memicu kenaikan harga pupuk hingga 35 persen. Sementara harga jual sawit hanya naik di angka 30 persen.
"Harga pupuk kurang lebih sudah naik sekitar lebih dari 30-an persen, sedangkan harga sawit gak sampai naik 30 persen. Kondisi ini gak imbang sebenarnya. Jadi dengan adanya gejolak, tentunya pengaruh ke produktivitas sawit. Efeknya juga berpengaruh keluar (ekspor), jadi masalah terhadap logistiknya," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel, Alex Sugiarto, usai kegiatan pembukaan Forum Andalas VI Tahun 2026 di Ballroom Aryaduta Palembang, Kamis (16/4/2026).
