Kebakaran Bus di Jalintim Muba Dipicu Percikan Api Roda Belakang

- Penyidik Polsek Bayung Lencir memastikan kebakaran bus AKAP di Jalintim Muba dipicu gesekan keras pada roda belakang yang menimbulkan percikan api dan membakar seluruh badan kendaraan.
- Sopir sigap melakukan pengereman darurat dan mengevakuasi 23 penumpang sebelum api membesar, sehingga seluruh penumpang selamat meski sebagian barang bawaan hangus terbakar.
- Petugas Damkar Muba segera tiba di lokasi untuk memadamkan api besar dan mencegah rambatan ke area sekitar, kemudian melakukan pendinginan pada bagian kendaraan yang masih berasap.
Musi Banyuasin, IDN Times - Teka Teki insiden terbakarnya bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) jurusan Jakarta-Padang di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pal 11, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pada Sabtu (30/5/2026), akhirnya terjawab.
Penyidik dari Polsek Bayung Lencir bersama Sat Lantas Polres Muba menemukan penyebab petaka yang terjadi saat dini hari tersebut dipicu oleh masalah teknis di bagian roda.
Terbakarnya Bus PO Palala bernomor polisi BA 7035 PU tersebut bermula dari adanya gesekan keras yang tidak wajar pada roda bagian belakang saat kendaraan tengah melaju membelah malam Jalintim Muba.
Gesekan mekanis pada ban belakang itu memicu temperatur ekstrem hingga melahirkan percikan api fatal dan menimbulkan kebakaran hebat.
1. Api berasal dari percikan pada ban atau roda belakang bus

Kapolsek Bayung Lencir, AKP Tiyan Talingga mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP, api berasal dari percikan pada ban atau roda belakang bus. Kobaran api kemudian dengan cepat membakar bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam bus.
"Sebelum api membesar, komponen roda yang bermasalah tersebut sebenarnya sempat mengirimkan sinyal bahaya. Kru bus yang sedang berjaga mendadak mencium bau hangus menyengat dari arah belakang, yang tak lama kemudian disusul oleh kepulan asap tebal," ujarnya, Minggu (31/5/2026).
2. Sopir langsung melakukan pengereman darurat dan menepikan bus ke bahu jalan

Indikasi bahaya dari bagian roda belakang itu langsung direspons cepat oleh sang sopir dengan melakukan pengereman darurat dan menepikan bus ke bahu jalan. Langkah taktis ini menjadi kunci penyelamatan massal sebelum material di dalam kabin bus terlalap seluruhnya.
"Saat diketahui ada percikan dan asap dari belakang, dengan cepat penumpang langsung dievakuasi keluar bus untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap AKP Tiyan.
Setelah puluhan penumpang berhasil mengevakuasi diri ke area aman, pasokan oksigen dan material ban yang panas membuat percikan kecil di roda belakang bertransformasi menjadi bola api raksasa.
Api menjalar sangat cepat ke dalam kabin dan menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam bus, membuat seluruh badan kendaraan hangus dalam waktu singkat hingga sulit dikendalikan dan hanya menyisakan kerangka besi.
"Bus tersebut mengangkut 23 penumpang beserta 1 orang pengemudi. Seluruh orang yang berada di dalam bus berhasil selamat, namun barang-barang milik penumpang sebagian hangus terbakar," jelasnya.
3. Damkar berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke tempat lain

Sementara itu, Kabid Damkar Muba, Dendi Suhendar menjelaskan, jajarannya langsung menerjunkan armada setelah menerima laporan darurat dari warga. Pihak pemadam kebakaran yang tiba di lokasi pun harus berjuang ekstra karena kondisi api yang sudah telanjur menguasai penuh seluruh badan bus akibat rambatan dari titik roda belakang tersebut.
"Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan melalap hampir seluruh bagian kendaraan sehingga proses pemadaman difokuskan untuk mencegah api merembet serta memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman. Setelah proses pemadaman selesai, petugas juga melakukan pendinginan pada bagian kendaraan yang masih mengeluarkan asap," ungkapnya.


















