- Palembang: ISPU 218 (sangat tidak sehat)
- Ogan Ilir: ISPU 262 (sangat tidak sehat)
- Muba: ISPU 134 (tidak sehat)
- Prabumulih: ISPU 132 (tidak sehat)
- Musi Rawas: ISPU 150 (tidak sehat)
- PALI: ISPU 198 (tidak sehat)
- Lahat: ISPU 111 (tidak sehat)
Ada 1.990 Hotspot di Sumsel Hari ini, 90 Kejadian Karhuta di 15 Daerah

- Sumsel mencatat 1.990 hotspot pada 6 September 2026, terbanyak di Musi Banyuasin, Banyuasin, dan OKI; patroli juga menemukan 90 kejadian karhutla di 15 daerah.
- Kabut asap terpantau hampir di seluruh Sumsel, dengan kualitas udara sangat tidak sehat di Palembang dan Ogan Ilir serta jarak pandang Bandara SMB II Palembang 5,6 kilometer.
- Hingga 5 September, terdapat 30.721 hotspot dan 2.451 kejadian karhutla; penanganan difokuskan di enam wilayah melalui patroli, OMC, pemadaman darat, dan water bombing.
Palembang, IDN Times - Sebaran titik panas (hotspot) kembali menunjukkan kenaikan signifikan pada Minggu (6/9/2026). Berdasarkan sumber data SiPongi Kemenhut yang diakses pukul 09.00 WIB, jumlah hotspot di Sumsel terdeteksi 1.990 titik.
Hotspot tertinggi tercatat berada di Musi Banyuasin (Muba) dengan 389 titik, Banyuasin 373 titik, dan Ogan Komering Ilir (OKI) 350 titik. Hasil patroli udara dan tim darat pada Jumat (5/9/2026), ditemukan 90 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di 15 daerah di Sumsel.
1. Kabut asap hampir terdeteksi di seluruh wilayah Sumsel

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal) Selain itu, pantauan regional Haze Situation mendeteksi kabut asap hampir di seluruh wilayah Sumsel pada 5-6 September 2026. Jarak pandang di Bandara SMB II Palembang pada pukul 08.00 WIB adalah 5,6 km dengan kondisi cuaca berasap.
Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel turut melaporkan kondisi udara pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIB dengan kategori berikut:
2. Total hotspot per bulan mencapai 30.721 titik

ilustrasi Karhutla. (Dok. Manggala Agni) Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan sampai dengan 5 September 2026 total hotspot per bulan mencapai 30.721 titik, dengan Agustus masih mencatat angka tertinggi yakni 17.088 titik.
"Peningkatan hotspot bisa terjadi meski penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan. Kondisi ini menjadi perhatian bersama mengingat potensi karhutla masih tinggi di sejumlah wilayah," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan hotspot dan kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di Sumsel. Upaya penanganan dilakukan melalui patroli darat dan udara, pemantauan hotspot, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemadaman langsung di lokasi kebakaran.
3. Fokus penanganan karhutla saat ini ada di 6 wilayah

Kementerian Kehutanan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatra Selatan untuk mencegah karhutla. (Dok. IDN Times) Sudirman menambahkan, fokus penanganan karhutla saat ini ada di 6 wilayah, meliputi Kabupaten OKI, Muara Enim, Muba, Banyuasin, Ogan Ilir dan PALI. Kekuatan Subsatgas udara pada 6 September 2025 terdiri dari 1 unit pesawat Cessna untuk patroli dan OMC PK SCH. Lalu 1 unit helikopter patroli dan 5 unit helikopter water bombing.
"Hingga 5 September, tercatat 2.451 kejadian karhutla dengan indikasi luas mencapai 1.9226,2 hektare. Penanganan terus diperkuat melalui pemadaman darat dan udara, termasuk pengerahan helikopter water bombing, patroli udara, operasi modifikasi cuaca, pemantauan hotspot, serta pelibatan personel gabungan dan masyarakat," jelasnya.

















