Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Pastikan Abu Vulkanik Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Palembang

Kota Palembang
BMKG Pastikan Abu Vulkanik Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Palembang
Kondisi Pelabuhan Bakauheni, Lampung saat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (dok. Muhammad untuk IDN Times)
  • Hasil pemantauan BMKG, termasuk paper test di Bandara SMB II, sampai Senin pagi masih negatif.

  • Palembang masuk wilayah yang berpotensi terdampak berdasarkan arah dan kecepatan angin. Itu bukan berarti abu vulkanik sudah sampai Palembang.

  • BMKG menggunakan satelit Himawari dan paper test untuk memastikan apakah abu benar-benar mencapai Palembang. Warning yang berlaku pukul 06.30–10.00 WIB juga sudah tidak berlaku setelah lewat pukul 10.00.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan abu vulkanik dari erupsi Anak Gunung Krakatau belum terdeteksi mencapai wilayah Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Pemantauan dilakukan secara berkala, termasuk di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan pemantauan sebaran abu vulkanik dilakukan menggunakan citra satelit Himawari. Dari citra tersebut, BMKG dapat memantau arah pergerakan abu berdasarkan kondisi angin.

"Kami juga mengantisipasi untuk warning awal, memberikan informasi berupa potensi abu vulkanik itu kira-kira sampai mana. Dari hasil pengamatan sampai pagi, sebaran vulkanik di Palembang masih negatif," ungkap Siswanto kepada IDN Times, Senin (7/9/2026).

  1. 1. Zona merah bukan berarti abu sudah sampai

    Area Pelabuhan Bakauheni di Lampung tampak tertutup abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
    Kondisi Pelabuhan Bakauheni, Lampung saat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (dok. Muhammad untuk IDN Times)

    Sebelumnya, informasi mengenai zona merah sebaran abu vulkanik sempat beredar di media sosial. Palembang termasuk wilayah yang disebut berpotensi terdampak.

    Menurut Siswanto, zona tersebut menunjukkan wilayah yang berpotensi dilalui sebaran abu berdasarkan arah pergerakan angin. Keberadaan zona itu belum bisa menjadi bukti bahwa abu vulkanik sudah berada di wilayah tersebut.

    "Warning belum tentu bahwa daerah itu betul-betul ada abu vulkanik. Daerah yang berada atau berpotensi harus dilakukan menggunakan paper test," jelasnya.

  2. 2. Hasil paper test di SMB II masih negatif

    IMG-20260602-WA0004.jpg
    Kedatangan pesawat Saudia Airline yang membawa 443 jemaah haji kloter pertama asal OKU Timur saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Untuk memastikan keberadaan abu vulkanik, BMKG melakukan pemeriksaan langsung menggunakan paper test. Pemantauan tersebut dilakukan di Bandara SMB II Palembang.

    Hingga Senin pagi, hasil pemeriksaan belum menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik yang mencapai kawasan bandara.

    "Sejauh ini sejak Anak Gunung Krakatau ada erupsi memang kami sudah melakukan pemantauan dengan paper test di Bandara SMB II. Sejauh ini belum menunjukkan adanya indikasi positif," katanya.

  3. 3. BMKG akan update kondisi terbaru mengenai sebaran abu vulkanik

    Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto
    Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto (Dok: BMKG)

    Siswanto mengatakan pemantauan masih terus dilakukan untuk melihat kemungkinan perubahan kondisi sebaran abu vulkanik.

    Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan waktu penerbitan informasi warning yang beredar di media sosial. Peringatan yang sebelumnya diterima BMKG berlaku pada pukul 06.30 hingga 10.00 WIB.

    "Sudah lewat jam 10 sudah tidak valid," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More