Palembang, IDN Times - Semringah senyum Sukoco tak mampu membasuh lesu. Raut wajah tanpa menunjukkan peluh jadi penanda, dirinya enggan terlihat mengeluh. Sukoco siang itu, pada pertengahan September 2026 di Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, berjibaku tangguh.
Dia serius menatap nozzle yang terkunci sempurna. Pijakan kakinya pada lift platform di sisi sayap maskapai jadi tonggak proses penyaluran avtur dari tangki penyimpanan Pertamina di AFT Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang terdistribusi tanpa cela.
"Mau hujan panas, cuaca gelap sampai ada petir, harus tetap menyalurkan avtur on time. Tapi kalau ada petir besar, kita harus setop karena sudah SOP dan membahayakan. Penyaluran avtur saat petir besar bikin listrik statis dan risiko untuk Refueling Operator (operator)," ujar pemilik nama lengkap Toni Sukoco ini.
Melalui hydrant dispenser atau kerap disebut mobil dispenser avtur, Sukoco menyiapkan diri menuju tangga mekanis. Sekuat tenaga tangannya memegang selang agar aliran avtur tersalurkan sesuai permintaan maskapai.
"Cukup berat ya, 7 sampai 10 kilogram (selang), kalau panjang selang dari truk besarnya bisa ke integral fuel tank atau tangki integral di sisi sayap sekitar 1 meter. Tapi harus naik dulu (operator) dengan tangga mekanis namanya, tinggi dari dasar sekitar 4 meter. Tapi ini panjang dan berat ukuran (selang) tergantung maskapai Airbus atau Boeing," jelasnya.
Sukoco mengaku, setiap pengisian avtur operator telah disiapkan dengan kemampuan sertifikasi dan pelatihan sesuai prosedur oleh Pertamina Patra Niaga, sehingga tiap penyaluran bahan bakar dipastikan berdasarkan standar dengan mekanisme distribusi optimal.
"Kita kerja shift, jadi walaupun tanggal merah atau lebaran saat tugasnya jaga, kerja, kita tidak libur. Keluarga juga udah paham. Soal risiko kerja, saat pengisian (avtur) ini blind spot dari truk besar ke tangga mekanis yang harus sambil megang selang diarahkan ke tangkinya," kata pria asal Sugihwaras itu.
Sudah belasan tahun sejak 2011 bertugas sebagai Refueling Operator, pengalaman paling berkesan ketika bekerja adalah melihat semua pegawai Pertamina konsisten dan bisa menyelesaikan tugas dengan sempurna.
Semua hal, katanya, diperhatikan teliti, baik dalam skala perhitungan, tanggung jawab, maupun kesiapan kerja, hingga memastikan seluruh pasokan dan stok avtur terpenuhi.
"Pertamina juga memastikan keamanan kerja karyawan. Kita juga operator ini tiap dua tahun harus upgrade skill dan sertifikasi, istilahnya. Selama di sini, alhamdulillah belum ada hal buruk (kecelakaan kerja), jangan sampai," kata dia.
Ketika proses pengisian avtur, rata-rata satu maskapai membutuhkan 2-3 ribu kiloliter. Kebutuhan itu sudah diperhitungkan oleh petugas lainnya. Sehingga dipastikan kebutuhan maskapai tidak akan kurang maupun berlebih.
"Kebutuhan avtur ini sudah dihitung berdasarkan rute dan perjalanan penerbangan dalam sekali terbang. Termasuk bila ada kebutuhan permintaan pengisian avtur helikopter untuk penanganan karhutla," ujar Sukoco.
