Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sujud Syukur Warnai Kepulangan Jemaah Haji Kloter Pertama di Palembang
Sujud syukur sebagai ungkapan bahagia karena dapat kembali berkumpul bersama keluarga usai berpisah selama hampir dua bulan untuk melaksanakan ibadah haji (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Sebanyak 433 jemaah haji kloter pertama Debarkasi Palembang tiba di Tanah Air dengan penuh haru, disambut sujud syukur dan doa atas selesainya ibadah selama 40 hari di Tanah Suci.
  • Nurkasih, jemaah asal Belitang II, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran ibadah meski menghadapi cuaca panas, serta berharap anak keturunannya kelak juga bisa menunaikan haji.
  • Hamdan dan Wijayanti membagikan pengalaman berkesan selama berhaji, mulai dari kebersamaan hangat antarjemaah hingga menerima Al-Qur’an sebagai oleh-oleh sebelum meninggalkan Arab Saudi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Tangis haru dan rasa syukur pecah menyambut kepulangan 433 jemaah haji kloter pertama Debarkasi Palembang. Setelah menempuh perjalanan ibadah selama kurang lebih 40 hari di Tanah Suci, para jemaah kembali dalam kondisi sehat dan penuh kebahagiaan.

Suasana haru terlihat sesaat para jemaah tiba. Beberapa di antaranya tampak bersujud syukur hingga mencium tanah sebagai ungkapan bahagia karena dapat menuntaskan rukun Islam kelima.

Momen itu juga diwarnai doa-doa yang dipanjatkan para jemaah. Sebagian terlihat menengadahkan tangan sambil mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan ibadah yang dijalani.

1. Berharap anak keturunannya juga bisa berhaji

Sujud syukur jemaah haji kloter pertama Embarkasi Palembang yang tiba di tanah air pagi ini usai menjalankan ibadah haji (IDN Times/Rangga Erfizal)

Nurkasih, jemaah asal Belitang II mengaku perjalanan haji menjadi pengalaman paling berkesan dalam hidupnya. Meski harus menghadapi cuaca panas selama berada di Arab Saudi, ia tetap berusaha mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga selesai.

"Alhamdulillah bisa ke Tanah Suci. Semoga anak keturunan kami nanti juga bisa ke sana lagi," ungkap Nuskasih jemaah asal Belitang II, OKU Timur, Selasa (2/6/2026).

Nurkasih menyebutkan, selama menjalankan ibadah haji, dirinya selalu berusaha menjaga kesehatan baik fisik maupun mental. Hal ini dilakukan agar dapat terus beribadah dalam kondisi sehat.

"Gak bisa berkata-kata lagi. Pokoknya (di sana) jaga fisik aja. Alhamdulillah pelayanan semuanya bagus, dan jemaah haji gak alami kekeurangan makan," jelasnya.

2. Sempat kepikiran gak mau pulang

Pasutri jemaah haji melakukan sujud syukur selepas menginjakan kaki kembali di tanah kelahiran usai menjalani ibadah haji (IDN Times/Rangga Erfizal)

Hal serupa disampaikan Hamdan (62), jemaah asal Semendawai Suku III, OKU Timur. Ia mengaku masih merindukan suasana selama berada di Tanah Suci karena kebersamaan antarsesama jemaah yang dirasakannya begitu hangat.

"Alhamdulillah sehat semua, rasanya gak mau pulang lagi, bangik bonor (enak banget)," jelas Hamdan.

Tak hanya momen kebersamaan antar jemaah yang membuatnya terkesan, Hamdan pun mengaku mendapat banyak kemudahan selama berhaji.

"Selama di Tanah Suci semuanya enak, makan enak, hotel enak, kawan-kawan juga baik semua," jelasnya.

3. Dapat oleh-oleh dari pemerintah Arab Saudi

Jemaah haji debarkasi Palembang setibanya di Bandara SMB II Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara itu, Wijayanti, jemaah asal Buay Madang, mengaku kepulangan ke Indonesia juga meninggalkan pengalaman tersendiri. Ia mengatakan para jemaah sempat menerima Al-Qur’an sebelum meninggalkan Arab Saudi.

"Alhamdulillah dikasih satu-satu Al-Qur’an di bandara sebelum meninggalkan Arab," jelasnya.

Editorial Team

Related Article