Sertifikasi Halal Jadi Tantangan UMKM Sawit Sumsel Didorong Naik Kelas

- Banyak UMKM sawit di Sumsel masih tertahan karena kendala sertifikasi halal dan kurangnya inovasi, sehingga hilirisasi produk belum berjalan maksimal.
- BPDP Kelapa Sawit bersama Samade menggelar workshop untuk membekali pelaku UMKM dengan kemampuan teknis, terutama dalam sertifikasi halal dan pengembangan produk turunan sawit.
- Pemerintah Provinsi Sumsel mendorong percepatan sertifikasi halal agar UMKM sawit bisa naik kelas dan memperluas pasar produk turunan hingga tingkat global.
Palembang, IDN Times - Di tengah melimpahnya potensi sawit di Sumatra Selatan (Sumsel), banyak UMKM justru masih tertahan di tahap dasar karena terkendala sertifikasi halal dan minimnya inovasi produk. Kondisi ini membuat upaya hilirisasi belum berjalan optimal, padahal pengolahan turunan sawit berpeluang besar meningkatkan nilai tambah dan daya saing usaha, termasuk bagi koperasi petani.
"Sebagai salah satu wilayah dengan potensi sawit terbesar, UMKM di Sumsel harus naik kelas dan mampu mengoptimalkan bahan baku turunan sawit menjadi produk pangan berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar modern," ungkap Ketua DPW Sawitku Masa Depanku (Samade) Jonli Sirait, Jumat (17/4/2026).
1. Produk turunan sawit dharapkan menyasar pasar global

Jonli mengungkapkan, langkah hilirisasi yang dilakukan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit untuk meningkatkan nilai tambah produk pasar yang lebih luas. Hal ini diharapkan mampu membuat produk turunan sawit dapat dipasarkan lebih luas ke pasar global.
"Dengan workshop produk turunan sawit ini, kami hadir untuk membekali pelaku UMKM dengan kompetensi teknis, terutama dalam aspek sertifikasi halal dan inovasi produk," ungkapnya.
2. Sertifikasi halal produk sawit dapat meningkatkan daya saing

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, menilai keterlibatan UMKM dalam rantai hilirisasi menjadi kunci agar manfaat ekonomi dari sektor sawit dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Menurutnya, sawit merupakan tanaman ajaib yang berkontribusi masif terhadap devisa negara.
"Kami ingin menghasilkan output nyata berupa peningkatan jumlah produk UMKM sawit yang tersertifikasi halal. Sertifikasi ini bukan sekadar administratif, melainkan instrumen peningkat daya saing global agar produk turunan sawit kita semakin dipercaya oleh konsumen," jelasnya.
3. UMKM sawit diharap bisa naik kelas

Senada, Kepala Divisi Pusat Pelayanan Hasil dan Diseminasi (PPHD) Dinas Perkebunan Sumsel, Mupakanisin, menyebut masih ada hambatan teknis yang dihadapi pelaku usaha di lapangan, terutama dalam proses sertifikasi dan pengembangan produk.
"Pemprov Sumsel terus mendorong penguatan UMKM agar mampu naik kelas, salah satunya melalui percepatan sertifikasi halal dan pemanfaatan potensi bahan turunan sawit sebagai komoditas unggulan daerah," Mupakanisin.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami pentingnya sertifikasi halal, tetapi juga mampu mengembangkan produk turunan sawit yang lebih kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
"Kami berharap melalui workshop ini, pelaku usaha bisa lebih memahami dan mengatasi hambatan teknis yang selama ini mereka hadapi di lapangan," jelasnya.


















