Prospek Bisnis Palembang 2026: Usaha Waralaba Kuliner jadi Peluang

- IFBC 2026 Palembang menyoroti sektor kuliner sebagai peluang bisnis paling menjanjikan dengan pertumbuhan hingga 10 persen per tahun melalui sistem waralaba yang dinilai efisien.
- Bisnis waralaba di Sumatra Selatan diprediksi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melebihi 5,35 persen, menyasar kalangan pensiunan, ibu rumah tangga, dan anak muda berfinansial stabil.
- Pameran IFBC ke-177 mendapat dukungan berbagai kementerian untuk memperkuat ekosistem usaha nasional serta memperluas akses kemitraan dan peluang bisnis franchise di Indonesia.
Palembang, IDN Times - Pertumbuhan ekonomi Indonesia mayoritas masih ditopang sektor bisnis dan UMKM. Melihat prospek tersebut, Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) menakar peluang besar di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palembang.
"Dalam bisnis, kuliner mendominasi (peluang menjanjikan). Dalam setahun, pertumbuhan bisa naik sampai 10 persen (sektor kuliner) dan waralaba menjadi pilihan sistem bisnis yang tepat. Karena tidak perlu berangkat dari nol," ujar Advisor Asosiasi Franchise Indonesia, Jahja B. Soenarjo, usai pembukaan agenda IFBC 2026 di PSCC Palembang yang berlangsung pada 17-19 April 2026.
1. Bisnis waralaba diyakini bisa mendorong angka pertumbuhan ekonomi daerah

Menurutnya, peluang membangun bisnis waralaba menyasar segmen pelaku usaha di kalangan menengah ke atas. Sebab tujuan mengembangkan waralaba lebih dekat dengan target SDM yang sudah pensiun ataupun anak muda dengan kondisi finansial stabil.
"Kami menyasar mereka (calon mitra) dari yang sudah pensiun, bisa juga bagi ibu rumah tangga yang memang tujuannya menambah kegiatan, utamanya untuk membangun bisnis sampingan," kata dia.
Lebih lanjut, katanya, menakar peluang bisnis di Palembang bisa mendorong peningkatan pergerakan ekonomi di wilayah. Khusus Sumatra Selatan, jelas dia, melalui bisnis waralaba, bisa menopang angka pertumbuhan ekonomi melebihi target.
"Kalau dilihat dari tahun lalu, Sumsel ini angka ekonominya 5,35 persen . Tahun ini, bisa lebih (5,35 persen). Animo Sumsel tinggi, bisa mencapai mungkin 6 persenan (dibantu dari sisi bisnis waralaba). Optimis ya," jelas Jahja.
2. Bisnis retail termasuk menjanjikan selain kuliner

Sementara kata Public Relation Neo Expo Promosindo, Fredy Ferdianto, peluang bisnis kuliner khusus di Palembang menunjukkan tren positif. Sejauh ini, katanya, peluang keberhasilan mencapai hingga 60 persen ketimbang bisnis retail maupun jasa.
"Animo kuliner luar biasa. Kemudian menyusul mitra waralaba lebih ke retail, karena di Palembang ini punya distribusi center, contohnya seperti Alfamart," ujar Fredy.
3. Agenda IFBC bentuk penguatan ekosistem usaha nasional

Diketahui, kehadiran IFBC di Palembang merupakan rangkaian pameran ke-177 yang secara konsisten menjadi platform terpercaya dalam memperkenalkan konsep bisnis franchise, kemitraan dan peluang usaha terkini di Indonesia.
Penyelenggaraan pameran turut mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kementerian dan lembaga strategis, meliputi Kementerian Perdagangan RI, Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Pameran ini juga menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem usaha nasional untuk mendukung pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari industri bisnis, khususnya sektor waralaba. Dalam rangkaian acara, pembukaan IFBC 2026 Palembang dibuka langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, dan Gubernur Sumsel, Herman Deru.


















