Pedagang Sate di Palembang Rela Untung Berkurang saat Biaya Produksi Naik

- Pelaku UMKM kuliner di Palembang menghadapi kenaikan harga bahan baku seperti ayam dan plastik yang menekan biaya produksi.
- Ilham, penjual Sate Taichan Om Gendut, memilih menahan harga jual demi menjaga pelanggan meski keuntungan berkurang.
- Harga cabai mulai normal dan gas tetap stabil, membantu sedikit meringankan beban produksi di tengah lonjakan biaya lain.
Palembang, IDN Times - Kenaikan harga bahan baku mulai menekan pelaku UMKM kuliner di Palembang. Meski demikian, sebagian pedagang memilih bertahan tanpa menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan tetap datang.
Salah satunya Ilham, penjual Sate Taichan Om Gendut. Ia mengaku saat ini harus menghadapi lonjakan harga pada sejumlah bahan utama, terutama ayam.
"Harga ayam potong sekarang Rp42 ribu per kilogram, biasanya di Rp32 ribu sampai Rp35 ribu. Kalau filet sekarang sekitar Rp65 ribu, biasanya Rp50 ribu sampai Rp55 ribu," ungkap Ilham kepada IDN Times, Rabu (15/4/2026).
1. Plastik turut bebani biaya produksi

Tak hanya bahan utama sate, kenaikan juga terjadi pada kebutuhan operasional seperti plastik pembungkus. Ilham menyebut harga plastik naik cukup signifikan dari Rp8 ribu menjadi Rp14 ribu.
"Selain ayam, ada kenaikan juga di plastik karena saya pakai plastik," ungkapnya.
2. Pikirkan pelanggan sebelum naikan harga

Meski biaya meningkat, Ilham memilih tidak langsung menaikkan harga jual. Ia mempertimbangkan kondisi pelanggan yang juga terdampak situasi ekonomi.
"Harga jual belum kita naikkan, karena kasihan juga ke customer kalau ikut naik," jelasnya.
3. Harga cabai turun, gas tetap stabil di tengah kenaikan harga

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Ilham mengaku harus menekan keuntungan dan lebih cermat dalam mengatur penggunaan bahan baku agar tetap efisien. Strategi ini dilakukan agar usaha tetap berjalan tanpa kehilangan pelanggan.
Di tengah kenaikan sejumlah bahan, Ilham menyebut harga cabai saat ini mulai berangsur normal setelah sebelumnya sempat melonjak. Sedangkan untuk gas, dirinya memastikan harga beli tetap normal tanpa kenaikan.
Kondisi ini sedikit membantu menekan biaya produksi, meski belum sepenuhnya menutupi kenaikan bahan lain.
"Kalau harga cabai udah normal sekarang dari sebelumnya sempat naik," jelasnya.


















