Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prediksi Ekonom Rupiah Anjlok ke Level Terendah, Dampaknya Berkepanjangan
Ilustrasi mata uang rupiah. (Pexels.com/Ahsanjaya)
  • Rupiah tercatat melemah ke Rp17.865 per Dolar AS, menjadi level terendah sepanjang masa dengan depresiasi 0,51 persen akibat tren koreksi lima hari beruntun.
  • Ekonom Sumsel menilai pelemahan rupiah dipicu gejolak eksternal dan ketegangan geopolitik global yang menekan stabilitas ekonomi nasional serta memicu ketidakpastian berkepanjangan.
  • Pemerintah diminta mengevaluasi kebijakan agar nilai tukar tidak terus jatuh, sementara rupiah kini dinilai berada pada fase overshooting melebihi kondisi fundamental jangka panjang Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Nilai tukar rupiah melemah hingga mencapai Rp17.865 per Dolar AS, menjadi level terendah sepanjang masa dan menunjukkan tren depresiasi berkelanjutan selama lima hari terakhir.
  • Who?
    Ekonom Sumatra Selatan sekaligus Dosen Universitas Sriwijaya, Sukanto Sairuki, memberikan penjelasan mengenai kondisi pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap ekonomi nasional.
  • Where?
    Kondisi ini dilaporkan dari Palembang, Sumatra Selatan, dengan data nilai tukar mengacu pada catatan pasar keuangan Refinitiv.
  • When?
    Pelemahan rupiah tercatat pada perdagangan terakhir hari Jumat, 29 Mei 2026, setelah mengalami koreksi berturut-turut selama lima hari sebelumnya.
  • Why?
    Pelemahan terjadi akibat gejolak eksternal di tingkat global, termasuk ketegangan geopolitik dan konflik antarnegara yang memengaruhi stabilitas perdagangan serta minat investor asing.
  • How?
    Rupiah terdepresiasi sekitar 0,51 persen dalam lima hari perdagangan beruntun dan kini berada dalam fase overshooting atau pelemahan yang melampaui kondisi fundamental jangka panjang Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Uang rupiah sekarang jatuh banget nilainya, satu dolar jadi mahal sekali. Kata orang pintar dari Palembang, ini sudah lama turun terus dan bisa lama lagi turunnya. Katanya karena ada masalah di negara lain juga. Pemerintah diminta hati-hati supaya uang kita bisa kuat lagi dan ekonomi jadi tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Nilai tukar rupiah tercatat di angka Rp17.865 per dolar AS pada perdagangan terakhir, Jumat (29/5/2026). Merujuk pada data Refinitiv (kumpulan informasi pasar keuangan), rupiah kini dalam zona merah dan berada pada level terendah sepanjang masa.

Menurut ekonom Sumatra Selatan, kondisi rupiah yang kian anjlok bahkan terdepresiasi (berkurangnya nilai aset) hingga 0,51 persen, akibat tren koreksi rupiah dalam lima hari beruntun, potensi berlangsung berkepanjangan dan berdampak terhadap pergerakan ekonomi nasional.

"Pelemahan rupiah bukan fenomena baru. Tapi, pergerakan rupiah yang terus-menerus depresiasi karena gejolak eksternal di tingkat global dapat menekan ekonomi nasional hingga menimbulkan ketidakpastian ekonomi berkepanjangan," ujar pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Sriwijaya, Sukanto Sairuki.

1. Pemerintah diminta evaluasi kebijakan upaya tekan nilai rupiah

ilustrasi mata uang rupiah (pixabay.com/IqbalStock)

Dia menyampaikan bahwa penyebab nilai rupiah makin turun semestinya menjadi momen refleksivitas yang harus diperhatikan dan disoroti pemerintah. Secara umum, pemerintah perlu merenungi dan mengevaluasi tiap kebijakan agar mata uang nasional tidak jatuh berkelanjutan.

"Bukan sekali ini saja terjadi refleksivitas rupiah. Namun, harus ada gerakan menekan ambang batas asumsi mikro rupiah. Karena setiap terjadi gejolak di luar negeri, rupiah cenderung terpengaruh," kata Sukanto.

2. Rupiah yang lemah picu investor tunda tanam modal di Tanah Air

ilustrasi mata uang rupiah (pixabay.com/ekaonug)

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa akibat rupiah melemah yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik global serta konflik antarnegara, imbasnya sangat besar terjadi pada pasar nasional.

Stabilitas perdagangan yang tak terprediksi dapat mendorong investor asing beralih mencari instrumen lebih aman ketimbang menanamkan modal di Tanah Air.

3. Harap nilai rupiah bisa kembali stabil

Ilustrasi berbagai nominal mata uang rupiah Indonesia (pexels.com/Robert Lens)

Ia menilai, rupiah kini dalam fase overshooting (dalam kondisi jatuh berlebihan atau melampaui batas). Artinya, rupiah berada pada pelemahan lebih dalam dibandingkan dengan kondisi yang dijustifikasi oleh fundamental jangka panjang Indonesia.

"Besar harapan, nilai tukar rupiah dapat kembali stabil di kisaran lebih sehat, sehingga mampu memberikan kepastian ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha," jelasnya.

Editorial Team

Related Article