Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Wilayah Sumsel Mulai Terbakar Akibat Peningkatan Titik Api

3 Wilayah Sumsel Mulai Terbakar Akibat Peningkatan Titik Api
Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • BPBD Sumsel menurunkan helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Muba, Muratara, dan Banyuasin agar api tidak meluas.
  • Kebakaran di Muba dan Muratara menghanguskan sekitar dua hektare lahan per wilayah, dengan puluhan kali penyiraman udara dilakukan untuk pemadaman.
  • Jumlah titik panas di Sumsel meningkat tajam pada Mei 2026 mencapai 316 hotspot, mendorong BPBD memperkuat patroli udara dan pemantauan karhutla.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan (Sumsel) mengoperasikan helikopter water bombing untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penggunaan helikopter tersebut dilakukan guna mencegah kebakaran meluas akibat munculnya titik api di tiga wilayah, yakni Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Banyuasin.

"Dari hasil patroli udara, ditemukan adanya titik kebakaran yang melanda tiga wilayah di Sumsel. Sejauh ini, Muratara dan Muba menjadi wilayah prioritas pemadaman, ungkap Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Jumat (29/5/2026).

1. Kebakaran di Muba dan Muratara berpotensi meluas

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sudirman mencatat, kebakaran sempat terdeteksi di wilayah Sungai Keruh, Muba, dengan luas lahan terbakar mencapai dua hektare (ha). Upaya pemadaman dilakukan melalui 36 kali penyiraman udara menggunakan helikopter water bombing.

Sedangkan karhutla yang terjadi di wilayah Karang Dapo, Muratara juga menghanguskan sekitar dua ha lahan. Proses pemadaman menggunakan helikopter dilakukan sebanyak 24 kali penyiraman dari udara.

"Kebakaran yang terjadi di Muba dan Muratara berpotensi membesar," jelasnya.

2. Tetap lakukan pemantauan area kebakaran

Helikopter pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Helikopter pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sudirman menjelaskan bahwa saat ini penanganan Karhutla belum sepenuhnya teratasi. Tim Satgas darat masih melakukan pendinginan dan pemantauan di area kebakaran.

"Untuk karhutla di Muratara saat ini sudah berhasil dipadamkan, sedangkan di Muba masih terus dipantau," jelasnya.

3. Ada peningkatan titik panas di Sumsel

Proses pemadaman karhutla di Sumsel (Dok: Manggala Agni)
Proses pemadaman karhutla di Sumsel (Dok: Manggala Agni)

Sudirman menambahkan, kebakaran yang terjadi di Banyuasin melanda area persawahan sehingga penanganannya dilakukan dengan skala berbeda menyesuaikan kondisi lahan. BPBD Sumsel juga akan meningkatkan langkah antisipasi karhutla melalui operasi pemantauan udara secara berkala.

Di sisi lain, jumlah titik panas (hotspot) di Sumsel selama Mei 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hingga 27 Mei 2026, tercatat sebanyak 316 hotspot tersebar di berbagai wilayah Sumsel.

Jumlah tersebut naik dibandingkan April 2026 yang hanya mencapai 150 hotspot dan Maret sebanyak 107 hotspot.

Share Article
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More