Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PPIH Larang Jemaah Haji Sumsel Jajan Sembarang Selama di Asrama
Jemaah Haji 2026. (Dok. PPIH Sumsel)
  • PPIH Sumsel melarang jemaah haji membeli makanan sembarangan selama masa karantina 24 jam di Asrama Haji untuk menjaga kesehatan sebelum keberangkatan.
  • Seluruh asupan gizi jemaah dipantau langsung oleh tim medis agar higienitas dan kondisi tubuh tetap prima hingga tiba di Tanah Suci.
  • Selain karantina, jemaah juga mendapat pembekalan manasik guna memperkuat kesiapan mental dan spiritual sebelum berangkat ke Madinah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PPIH Sumatra Selatan melarang jemaah haji membeli atau mengonsumsi makanan sembarangan selama berada di Asrama Haji Palembang menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
  • Who?
    Larangan disampaikan oleh Ketua PPIH Embarkasi Palembang, M. Arkan Nurwahiddin, kepada seluruh jemaah haji asal Sumatra Selatan yang telah masuk masa karantina.
  • Where?
    Kegiatan dan penerapan aturan berlangsung di lingkungan Asrama Haji Palembang, tempat para jemaah menjalani masa karantina sebelum keberangkatan.
  • When?
    Kebijakan ini diterapkan pada Rabu, 22 April 2026, bersamaan dengan dimulainya masa karantina 24 jam bagi jemaah sebelum terbang ke Arab Saudi.
  • Why?
    Larangan diberlakukan untuk menjaga higienitas asupan makanan dan memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat serta siap secara fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci.
  • How?
    PPIH melakukan sterilisasi area asrama, memantau kesehatan melalui tim medis, serta memberikan pembekalan manasik dan materi spiritual selama masa karantina berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang yang mau pergi haji disuruh tinggal dulu di Asrama Haji. Mereka tidak boleh jajan sembarangan supaya tetap sehat. Ada dokter yang lihat dan jaga mereka biar kuat waktu berangkat ke Arab Saudi. Mereka juga belajar lagi cara ibadah dan doa-doa supaya siap di Tanah Suci nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kebijakan PPIH Sumatra Selatan menunjukkan perhatian serius terhadap kesehatan dan kesiapan jemaah haji. Dengan membatasi konsumsi makanan dari luar, panitia memastikan higienitas asupan terjaga, sementara pemantauan medis memberi rasa aman bagi peserta. Selain itu, pemberian materi manasik di asrama membantu memperkuat kesiapan mental dan spiritual sebelum keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumatra Selatan melarang jemaah konsumsi makanan sembarang dan tidak boleh jajan selama di Asrama Haji. Bagi jemaah yang sudah masuk asrama, wajib mengikuti semua aturan berlaku hingga keberangkatan berlangsung.

"Sebelum terbang, seluruh jemaah diwajibkan menjalani masa karantina selama 24 jam di lingkungan asrama," ujar Ketua PPIH Embarkasi Palembang, M. Arkan Nurwahiddin, Rabu (22/4/2026).

1. PPIH jamin higienitas asupan jemaah haji

Jemaah Haji 2026. (Dok. PPIH Sumsel)

Dia mengatakan, larangan ditetapkan agar semua jemaah dalam kondisi sehat sebelum berangkat ke Tanah Suci hingga berada di dalam maskapai menuju Arab Saudi. Lebih lanjut kata Arkan, PPIH akan sterilisasi seluruh jemaah termasuk larangan konsumsi makanan dari luar asrama.

"Agar jemaah terjamin higienitas asupannya dan tidak terjadi gangguan kesehatan jelang keberangkatan," kata dia.

2. Jemaah haji dipantau langsung tim medis

Jemaah Haji 2026. (Dok. PPIH Sumsel)

PPIH jelasnya, bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan jemaah dan panitia dituntut fokus melindungi jemaah. Harapannya, pelaksanaan karantina di Asrama Haji, seluru jemaah bisa menjalani istirahat total.

"Termasuk menjaga asupan gizi jemaah yang langsung dipantau oleh tim medis," jelas Arkan.

3. Jemaah haji diberi materi spiritual sebelum menuju Tanah Suci

Jemaah Haji 2026. (Dok. PPIH Sumsel)

Lebih lanjut, katanya, para jemaah juga dibekali dengan materi pemantapan manasik di asrama haji. Sesi tersebut, jelas Arkan, menjadi momen krusial untuk mengulas kembali tata cara ibadah secara detail, sehingga jemaah memiliki kesiapan mental.

"Serta kesiapan spiritual yang matang sebelum menginjakkan kaki di Madinah," kata dia.

Editorial Team