Polres Banyuasin Luruskan Kabar Anggota Meninggal Akibat Lelah Atur Lalin

- Polisi Banyuasin meluruskan kabar viral bahwa Aipda Dwi Margianto meninggal akibat kelelahan mengatur kemacetan di Jalintim Palembang-Betung; penyebabnya belum dapat dipastikan.
- Almarhum sebelumnya bertugas mengatur lalu lintas bersama anggota lain dan telah menyelesaikan piket selama 1 x 24 jam sebelum meninggal dunia.
- Berdasarkan keterangan keluarga, Aipda Margianto memiliki riwayat asma. Polisi mengimbau publik tidak berspekulasi, tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi, serta menghormati privasi keluarga berduka.
Palembang, IDN Times - Kabar meninggalnya anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuasin, Aipda Dwi Margianto, yang disebut kelelahan saat mengatur kemacetan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung, beredar di sejumlah media sosial.
Informasi tersebut ramai dibagikan melalui Facebook, TikTok, hingga Instagram. Dalam unggahan yang beredar, Aipda Margianto disebut meninggal setelah bertugas mengatur arus lalu lintas di kawasan KM 17 Banyuasin, Rabu (5/8/2026).
Namun, pihak kepolisian memastikan informasi mengenai penyebab meninggalnya Aipda Margianto akibat kelelahan belum dapat dipastikan.
"Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat mengenai meninggalnya salah satu personel Satlantas yang disebut akibat kelelahan saat melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang Jalur Lintas Timur, perlu kami sampaikan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Banyuasin, Ipda Nurman, Jumat (7/8/2026).
1. Korban sempat menjalankan piket

Nurman menjelaskan bahwa almarhum sebelumnya sempat bertugas bersama anggota lantas yang lain untuk mengatur arus lalu lintas di tengah kemacetan Jalintim. Namun, saat itu korban dalam posisi telah menyelesaikan tugas piket selama 1 x 24 jam sebelum meninggal dunia.
"Berdasarkan fakta yang ada, almarhum menyelesaikan pelaksanaan tugas piket selama 1 x 24 jam sebelum kemudian meninggal dunia," jelasnya.
2. Punya riwayat penyakit asma

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Aipda Margianto juga memiliki riwayat penyakit asma. Karena itu, pihak kepolisian meminta masyarakat tidak menarik kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya almarhum sebelum ada kepastian.
"Selain itu, berdasarkan keterangan pihak keluarga, almarhum juga memiliki riwayat penyakit asma," katanya.

Nurman mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia juga meminta agar privasi keluarga almarhum tetap dihormati dalam situasi duka tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menghormati privasi keluarga yang sedang berduka," jelasnya.
Pihak kepolisian turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Aipda Margianto. Almarhum diketahui merupakan personel Satlantas Polres Banyuasin yang menjalankan tugas pengaturan lalu lintas di wilayah tersebut.
"Kami turut berduka cita atas wafatnya almarhum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutup Nurman.


















