Beda Versi Korban Hilang Banjir Solok BPBD-SAR, Data Belum Sinkron

Data korban banjir bandang di Kabupaten Solok pada 21 September 2026 belum sinkron antara BPBD Sumatra Barat dan Basarnas, sementara jumlah warga terdampak masih diperkirakan ratusan.
BPBD Sumatra Barat melaporkan tiga orang hilang, terdiri dari satu anak dan dua dewasa, sedangkan Basarnas menerima laporan dua orang hilang dengan satu korban telah ditemukan.
Basarnas masih mencari satu korban di area sekitar 6 kilometer persegi dan meminta warga melapor ke posko bila mengetahui kemungkinan korban lain di jalur Padang-Jambi.
Solok, IDN Times - Data korban bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Solok pada Senin (21/9/2026) malam sampai saat ini masih belum sinkron. Beberapa instansi pemerintah memiliki data masing-masing yang berbeda terkait dampak dan korban bencana yang mengakibatkan rumah warga hancur itu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat dan Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih berbeda.
1. Korban hilang versi BPBD

Proses evakuasi material banjir bandang di Kabupaten Solok yang menghambat badan jalan. (IDN Times/Halbert Caniago) Kepala BPBD Sumatra Barat, Era Sukma, menyatakan bahwa korban hilang usai kejadian tersebut berjumlah tiga orang yang sedang dicari oleh tim gabungan.
"Untuk korban hilang itu ada 3. Satu anak dan 2 dewasa terseret air saat banjir bandang terjadi kemarin," katanya.
Sementara itu, warga terdampak bencana masih diperkirakan berjumlah ratusan dan belum ada data pasti, meski bencana berlangsung lebih dari 36 jam.
2. Korban hilang versi Basarnas

Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Solok yang terdampak banjir bandang. (IDN Times/Halbert Caniago) Sementara itu, Basarnas menyatakan bahwa korban hilang usai kejadian berjumlah dua orang yang dilaporkan oleh keluarganya kepada tim pencarian dan pertolongan.
"Untuk jumlah korban hilang kemarin itu, ada 2 orang yang kami terima laporannya. Salah satunya sudah ditemukan," kata Kasi Ops SAR Padang, Hendri.
Menurutnya, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan tersebut dan menyusuri area seluas kurang lebih 6 kilometer persegi.
3. Kemungkinan adanya korban lain

Rumah warga di Kayu Aro, Solok roboh terkena banjir bandang dan dipenuhi material, Selasa (22/9/2026). (IDN Times/Halbert Caniago) Hendri mengatakan, adanya korban lain dalam kejadian tersebut tidak tertutup kemungkinan. Karena lokasi itu merupakan jalur lintas Padang-Jambi.
"Makanya kami meminta warga yang melihat kejadian kemarin itu melapor ke posko jika melihat adanya korban lain," katanya.
Dengan begitu, jumlah korban dapat diketahui dan tim gabungan bisa melakukan pencarian di berbagai lokasi yang dicurigai adanya korban.

















