Tol Pulau Rimau Dibuka 1 Arah, Tutup Lagi Saat Macet Jalintim Terurai

- Tol Pulau Rimau dibuka situasional satu arah dari Betung menuju Palembang sejak Rabu sore untuk mengurai kemacetan Jalintim Banyuasin, dan akan ditutup kembali saat lalu lintas normal.
- Antrean kendaraan di Jalintim diperkirakan mencapai 30–40 kilometer, dipicu penyempitan jalan akibat pengecoran di KM 17 serta truk mogok di KM 20.
- Dishub Sumsel mengajukan pembukaan fungsional Tol Palembang–Betung sebagai jalur alternatif, tetapi belum menerima tanggapan resmi dari pengelola jalan tol.
Banyuasin, IDN Times – Tol Kayu Agung Palembang (Kapal) Betung ruas Pulau Rimau akhirnya dibuka situasional sejak Rabu (5/8/2026) sore untuk mengurai kemacetan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Banyuasin.
Jadi, kendaraan dari arah Betung yang hendak menuju Palembang dapat melintasi jalan tol tersebut hingga ke Karang Anyar atau Tol Musi Landas.
Namun, perlu diingat, akses jalan tol Pulau Rimau ini hanya dibuka secara situasional saja. Jika nantinya keadaan sudah kembali normal alias tidak ada kemacetan, maka akses jalan tol Pulau Rimau akan kembali ditutup.
1. Tol Pulau Rimau dibuka 1 arah, dari Betung menuju Palembang

KBO Sat Lantas Polres Banyuasin, Iptu Eko Susilo, menegaskan tol Pulau Rimau ini dibuka hanya 1 arah, yakni dari arah Betung menuju Palembang.
"Bukan fungsional ya. Kalau kemacetan sudah terurai, maka akses jalan Tol Pulau Rimau ditutup lagi," ujarnya.
Selain membuka jalur alternatif, personel Satlantas Polres Banyuasin bersama Dinas Perhubungan terus melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan. Pengendara juga diminta tidak melawan arus karena tindakan tersebut justru memperburuk kepadatan.
"Diimbau bagi pengguna jalan yang akan melintas di Jalintim Talang Kelapa untuk tetap tertib, antre pada jalur masing-masing agar tidak terjadi simpul baru kepadatan lalu lintas," ucapnya.
2. Panjang antrean diperkirakan mencapai 30–40 kilometer

Diketahui, saat ini kemacetan masih terjadi, diperkirakan mencapai puluhan kilometer, baik dari arah Betung maupun Palembang. Panjang antrean diperkirakan mencapai 30–40 kilometer dengan mayoritas kendaraan berupa truk angkutan logistik yang hanya bisa bergerak merayap.
Kemacetan panjang dipicu penyempitan arus akibat pekerjaan pengecoran badan jalan di kawasan KM 17 yang hingga kini belum rampung. Ditambah lagi truk mogok di KM 20 seputaran Klinik Kartini, Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa.
Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan dari arah Betung maupun Palembang terjebak dalam antrean panjang, dengan mayoritas didominasi truk angkutan barang.
3. Dishub Sumsel minta Tol Pulau Rimau dibuka fungsional

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya, mengatakan kondisi ruas jalan yang relatif sempit tidak mampu mengakomodasi tingginya volume kendaraan selama proses perbaikan berlangsung, sehingga menyebabkan antrean panjang.
"Dishub Sumsel juga telah mengajukan permohonan pembukaan fungsional Jalan Tol Palembang–Betung sebagai jalur alternatif guna mengurangi penumpukan kendaraan. Namun, hingga kini permohonan tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari pihak pengelola jalan tol," ujarnya.
Dia berharap permohonan tersebut segera disetujui sehingga jalan tol dapat difungsikan dalam waktu dekat untuk membantu mengurai kemacetan. Jadi, tidak hanya sekadar dibuka secara situasional.
"Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini ada kejelasan,” ungkapnya.




















