Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi investasi melalui aplikasi digital (pexels.com/davegarcia)
  • Investasi Sumatra Selatan pada triwulan III 2026 mencapai Rp54,54 triliun, melampaui target 2024 sebesar Rp44,63 triliun, dengan PMDN Rp27,78 triliun dan PMA Rp26,78 triliun.

  • Bank Indonesia menilai lonjakan investasi belum optimal menciptakan lapangan kerja, meski inflasi terjaga sekitar 2,7 persen untuk menopang daya beli, UMKM, dan pendapatan masyarakat.

  • Ekonomi Sumsel ditopang konsumsi, perdagangan, serta pertanian; pemerintah mendorong diversifikasi dari komoditas mentah melalui kepastian hukum, regulasi, dan penyederhanaan perizinan OSS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Investasi Sumatra Selatan pada triwulan III 2026 mencapai Rp54,54 triliun, melampaui target Rp44,63 triliun, namun penciptaan peluang kerja dinilai belum optimal menjangkau masyarakat.
  • Who?
    Kepala Kantor Bank Indonesia Sumatra Selatan Bambang Pramono dan Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan kondisi investasi serta langkah penguatan ekonomi daerah.
  • Where?
    Perkembangan investasi dan ekonomi tersebut terjadi di Provinsi Sumatra Selatan, dengan keterangan disampaikan dari Palembang.
  • When?
    Capaian investasi dicatat pada triwulan III 2026. Pernyataan Bambang Pramono dikutip pada Rabu, 4 November 2026.
  • Why?
    Penyerapan peluang kerja belum optimal meski investasi meningkat. Pemerintah daerah juga ingin mengurangi ketergantungan pertumbuhan ekonomi pada komoditas mentah batu bara dan kelapa sawit.
  • How?
    Investasi terdiri dari PMDN Rp27,78 triliun dan PMA Rp26,78 triliun. Penguatan ekonomi diarahkan melalui kepastian hukum, regulasi, perizinan, serta penyederhanaan perizinan berbasis risiko melalui OSS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Uang investasi di Sumatra Selatan naik banyak, sampai Rp54,54 triliun. Ada uang dari dalam dan luar negeri. Tapi pekerjaan baru untuk warga belum cukup banyak. Pak Bambang ingin investasi membuat lebih banyak kerja. Harga-harga juga cukup terjaga. Gubernur Herman Deru mau ekonomi tidak hanya bergantung pada batu bara dan sawit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kenaikan investasi Sumatra Selatan memberi ruang yang menjanjikan bagi penguatan ekonomi daerah. Inflasi yang terjaga di kisaran 2,7 persen turut menopang daya beli dan pertumbuhan UMKM, sementara dukungan konsumsi, perdagangan, serta sektor pertanian membuka fondasi ekonomi yang lebih beragam dan tahan terhadap gejolak harga global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pertumbuhan investasi Sumatra Selatan pada triwulan III tahun 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan forum ekonomi, investasi mengalami kenaikan Rp54,54 triliun atau 104,31 persen dari target tahun 2024 yang sebesar Rp44,63 triliun.

Meski lonjakan investasi sudah melampaui target, peluang kerja dari pertumbuhan tren positif permodalan Sumsel disebut belum optimal dalam menjangkau masyarakat.

"Berkah investasi harus berdampak lebih luas terhadap penciptaan lapangan kerja baru," ujar Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Kerja Sumatra Selatan, Bambang Pramono, dikutip Rabu (4/11/2026).

1. Investasi dorong angka inflasi terjaga

Kepala BI Sumsel Bambang Pramono (kanan) - IDN Times/Feny Maulia Agustin

Secara rinci, pertumbuhan positif investasi Sumsel meliputi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp27,78 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp26,78 triliun.

Seiring tren investasi yang menunjukkan tanda panah ke atas, angka inflasi juga berada pada kisaran 2,7 persen. Nilai itu, kata Bambang, jadi modal penting dalam menjaga daya beli dan pertumbuhan UMKM.

"Termasuk menjadi indikator dalam meningkatkan pendapatan masyarakat," kata dia.

2. Berharap dari investasi kesejahteraan masyarakat lebih tangguh

ilustrasi saham, pasar saham, investasi, investor (magnific.com/standret)

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Sumsel juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga, perdagangan, serta sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan. Hal ini juga jadi peluang untuk membangun struktur ekonomi yang lebih berdaya tahan di tengah gejolak harga global.

"Harapannya, dari optimalisasi ekonomi, percepatan investasi dan aktivitas ekonomi inklusif serta pertumbuhan ekonomi dapat mendorong kesejahteraan masyarakat yang lebih tangguh dan berdaulat," jelas dia.

3. Pertumbuhan ekonomi tak hanya bisa ditopang dari komoditas sawit-batubara

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara kata Gubernur Sumsel Herman Deru, memulihkan pertumbuhan ekonomi tidak bisa terus bertumpu pada komoditas mentah seperti batu bara dan kelapa sawit. Meski kedua komoditas tersebut sejauh ini masih menjadi mesin pertumbuhan.

Dia menambahkan, untuk mewujudkan mesin pertumbuhan ekonomi baru dalam target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2030, harus ada sejumlah langkah strategis.

"Dimulai dari kepastian hukum, regulasi, perizinan dan juga penyederhanaan perizinan berbasis risiko melalui Online Single Submission (OSS)," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article