Penyaluran Beras SPHP Diperketat, Cegah Penyimpangan Distribusi

Bulog Sumsel Babel memperketat pengawasan distribusi beras SPHP melalui monitoring rutin ke Rumah Pangan Kita, penertiban mitra, penguatan pengawasan internal, dan evaluasi mekanisme penyaluran.
Sekitar 400 mitra Bulog atau RPK di Palembang menerima pasokan beras SPHP untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras harga terjangkau.
Setiap RPK menerima sekitar satu ton beras SPHP per pekan; realisasi penyaluran 2026 mencapai 30 ribu ton atau 90 persen dari target 33 ribu ton.
Palembang, IDN Times - Perum Bulog Wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung memperketat pengawasan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mencegah penyimpangan distribusi. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah monitoring langsung ke jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
"Setiap bulan kita rutin melakukan monitoring ke RPK-RPK," ujar Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel, Renato Horison, dikutip Senin (2/11/2026).
1. Sebut konsisten lakukan monitoring ke RPK

Rak beras di Alfamidi Palmerah, Jakarta Barat hanya tersedia beras SPHP. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Kata dia, pengawasan serta monitoring konsisten dilakukan agar permasalahan yang sama tidak terjadi berulang di daerah, menyusul adanya dugaan penyalahgunaan beras SPHP oleh oknum mitra penyalur di wilayah Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.
"Ini sebagai bentuk komitmen menjaga distribusi beras SPHP agar tepat sasaran. Kami melakukan penertiban, memperkuat pengawasan internal, serta mengevaluasi mekanisme penyaluran di seluruh jaringan mitra," jelasnya.
2. Total ada 400 mitra bulog di Palembang

Ilustrasi beras SPHP. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Menurut Renato, Bulog tidak hanya menyalurkan beras SPHP melalui mitra di pasar tradisional, tetapi juga memastikan pasokan tersedia di seluruh jaringan RPK agar masyarakat semakin mudah mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
"Saat ini, terdapat sekitar 400 mitra Bulog atau RPK di wilayah Palembang yang mendapatkan pasokan beras SPHP," kata dia.
3. Bulog ditarget distribusi 33 ribu SPHP di 2026

Penyaluran bantuan pangan dan beras SPHP. (dok. BULOG) Setiap RPK lanjutnya, memperoleh pasokan sekitar satu ton beras SPHP setiap pekan atau setara 4 ton dalam sebulan. Beras itu dikemas dalam ukuran 5 kilogram.
"Kita memasok ke mitra RPK. Ini sebagai komitmen mendekatkan beras SPHP kepada masyarakat luas," kata Renato.
Dia menjelaskan, pada 2026 Bulog ditargetkan menyalurkan sebanyak 33 ribu ton beras SPHP kepada masyarakat melalui RPK dan mitra penyalur lainnya.
"Hingga saat ini, realisasi penyaluran sudah 30 ribu ton atau 90 persen dari target," katanya.
Selain itu, untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan, Bulog juga menerapkan sistem pengawasan dan pencatatan terhadap seluruh proses distribusi. Mulai dari pemesanan hingga beras diterima oleh mitra penyalur, semuanya tercatat dalam sistem khusus.






















