Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengelola Selidiki Identitas Pria Pembawa Senapan di Gunung Dempo

Kota Pagar Alam
Pengelola Selidiki Identitas Pria Pembawa Senapan di Gunung Dempo
Puncak Gunung Dempo Sumatra Selatan (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • BRIGADE Gunung Dempo menelusuri identitas pria pembawa senapan yang viral dalam video pendaki di jalur pendakian Gunung Dempo, Pagar Alam.

  • Pengelola menegaskan membawa senapan ke kawasan Gunung Dempo dilarang, karena merupakan kawasan hutan lindung dan habitat satwa yang dilindungi.

  • BRIGADE mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait klaim dalam video dan meminta pendaki segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan selama pendakian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pagaralam, IDN Times - Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) menelusuri identitas pria yang diduga membawa senapan angin di jalur pendakian Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumsel. Penelusuran dilakukan setelah video seorang pendaki yang mengaku bertemu pria misterius itu viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @pagarlam_insta, seorang pendaki bernama Gilang mengaku bertemu pria tanpa mengenakan baju sambil membawa senapan angin laras panjang di Pos 2 jalur pendakian Gunung Dempo.

1. Kesaksian pendaki soal pria membawa senapan

Kawasan taman wisata Gunung Dempo Pagaralam, Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kawasan taman wisata Gunung Dempo Pagaralam, Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dalam kesaksiannya, Gilang mengaku bertemu pria yang mengklaim sebagai juru kunci Gunung Dempo. Dalam video itu, saksi menyebut bahwa sang juru kunci berencana mencari rombongan pendaki asal Palembang yang dinilai telah mengucapkan kata-kata kasar.

"Kami ketemu di pos dua. Orang itu datang sambil meletakkan senapan. Lalu bertanya, kamu orang mana? Saya bilang PALI," ungkap Gilang dilihat dalam video yang beredar, Senin (27/6/2027).

Pria tersebut mengaku tak menyukai pendaki asal Palembang karena dinilai kerap berkata kasar hingga menyebabkan turunnya kabut di jalur pendakian. Kesaksian itu tak hanya dirasakan oleh satu pendaki, tapi juga oleh kelompok pendaki lain yang mengaku bertemu orang yang sama.

"Selain saya, ada pendaki perempuan juga yang bertemu dengan pria itu. Ngakunya mau cari tumbal orang Palembang," ujar dia.

2. Pengelola telusuri kesaksian pendaki

Gunung Dempo di Pagar Alam. (IDN Times/dokumen)
Gunung Dempo di Pagar Alam. (IDN Times/dokumen)

Mendengar pengakuan pendaki, Ketua BRIGADE Gunung Dempo, Dian Mari, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim untuk menelusuri keberadaan dan identitas pria yang terekam dalam video tersebut.

"Kami sudah melihat video itu dan saat ini tim sedang melakukan penelusuran untuk mencari siapa orang yang dimaksud. Kami juga ingin memastikan apakah yang bersangkutan merupakan pendaki yang terdaftar atau bukan," jelasnya.

3. Minta masyarakat tidak mempercayai terlebih dahulu informasi yang beredar

Gunung Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan. (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)
Gunung Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan. (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Menurut Dian, seluruh pendaki diwajibkan mendaftarkan diri sebelum memasuki kawasan Gunung Dempo. Selain itu, setiap pendaki juga dilarang membawa benda yang dapat membahayakan keselamatan maupun mengganggu kelestarian kawasan hutan lindung, termasuk senapan angin.

"Kalau benar ada pendaki yang membawa senapan jenis apa pun, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku. Gunung Dempo merupakan kawasan hutan lindung yang menjadi habitat berbagai satwa dilindungi, sehingga membawa senjata tidak diperbolehkan," ujarnya.

Dian mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai seluruh informasi yang beredar dalam video tersebut sebelum hasil penelusuran selesai dilakukan. Ia meminta publik tidak berspekulasi mengenai identitas maupun pengakuan pria dalam video hingga ada kepastian dari pihak berwenang.

"Kami mengimbau seluruh pendaki agar tetap mematuhi aturan selama berada di jalur pendakian. Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More