Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penampakan MBG Palembang saat Ramadan: Menu Dirapel Dibungkus Plastik
Penampakan menu MBG saat ramadan di Palembang (kolase tangkapan layar instagram @palembangterkini.official)
  • Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang selama Ramadan 2026 menuai sorotan karena pembagian makanan dilakukan secara rapel dan menggunakan plastik, melanggar kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN).
  • Netizen mengkritik kualitas menu yang dinilai kurang layak serta penggunaan wadah plastik yang bertentangan dengan aturan Walikota Palembang tentang larangan kantong plastik bagi pelaku usaha.
  • BGN RI menegaskan sistem distribusi rapel merupakan kekeliruan dan akan menindak dapur penyedia yang melanggar SOP, sementara pemerintah daerah berkomitmen menjaga pemenuhan gizi selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2024

Walikota Palembang menerbitkan SE Nomor 39 Tahun 2024 tentang larangan penyediaan kantong plastik bagi pelaku usaha.

28 Februari 2026

Dalam rapat konsolidasi MBG di Palembang, Wakil Kepala BGN Irjen Pol. Sony Sonjaya menegaskan bahwa sistem pembagian MBG secara rapel adalah kekeliruan dan akan dievaluasi sesuai SOP.

Ramadan 2026

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang tetap berjalan selama Ramadan, namun ditemukan praktik distribusi menu yang dirapel dan menggunakan wadah plastik.

kini

KPPG Palembang menyatakan distribusi MBG dilakukan dengan paket kemasan sehat setiap hari sekolah dan bundling maksimal tiga hari saat libur Ramadan atau Idul Fitri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang selama Ramadan 2026 mengalami kekeliruan dalam distribusi, termasuk pembagian menu secara rapel dan penggunaan wadah plastik yang tidak sesuai kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN).
  • Who?
    Pihak yang terlibat meliputi Badan Gizi Nasional (BGN), Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, penyedia dapur MBG, serta masyarakat penerima manfaat program di sejumlah sekolah.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di beberapa sekolah menengah pertama wilayah Sukabangun Km 6, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
  • When?
    Peristiwa terjadi selama bulan Ramadan tahun 2026 dan menjadi sorotan publik setelah video unggahan akun Instagram @palembangterkini.official beredar.
  • Why?
    Kekeliruan terjadi karena pembagian makanan dilakukan untuk dua hingga tiga hari sekaligus dan penggunaan plastik bertentangan dengan aturan BGN serta Surat Edaran Wali Kota tentang larangan kantong plastik.
  • How?
    Paket MBG dibagikan dalam bentuk makanan ringan dan gorengan yang dibungkus plastik transparan; BGN menyatakan sistem rapel tersebut keliru dan akan melakukan evaluasi terhadap penyedia dapur terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang selama Ramadan 2026 masih berjalan. Namun, dalam praktiknya, pada pelaksanaan pembagian menu MBG kerap terjadi kekeliruan. Salah satunya, distribusi dilakukan secara rapel dan tidak sesuai dengan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN), hingga melanggar aturan penggunaan plastik sebagai wadah.

Pantauan IDN Times, penampakan menu MBG di beberapa sekolah tampak kurang layak karena dibagikan berupa makanan ringan serta gorengan. Salah satunya dari unggahan Instagram @palembangterkini.official. Dari akun itu terlihat, paket MBG dirapel dua hari, Jumat dan Sabtu. Penggunaan wadah plastik pun jadi sorotan.

"MBG yang didapatkan hari ini roti, pempek, telor, pisang dua, tahu, nugget, kurma dan kacang (polong)," kata seseorang dalam video tersebut sembari menunjukkan paket yang dibungkus plastik transparan.

1. Rincian anggaran MBG berdasarkan porsi sesuai aturan BGN

Tangkapan layar menu MBG (instagram @palembangterkini.official)

Berdasarkan informasi yang diterima, menu MBG tersebut dibagikan dari salah satu sekolah menengah pertama Palembang di Kawasan Sukabangun Km 6. Dari video itu, dijelaskan bahwa menu MBG yang dibagikan untuk dua hari totalnya Rp12 ribu.

"Ini Roti 2 ribu, pempek 2 ribu, telur 2 ribu, kurma seribu, kacang seribu, nugget seribu, tahu goreng seribu, pisang seribu. Total 12 ribu untuk dua hari," jelasnya.

Nominal tersebut, bila dibandingkan dengan kebijakan BGN, tidak sesuai aturan. Sebab dari laman @menuMBG untuk rincian anggaran program MBG dari BGN RI sudah ada penentuan anggaran berdasarkan porsi kebutuhan gizi dan jenjang pendidikan

Yakni porsi kecil kategori PAUD, TK, SD kelas 1–3 dan balita sebesar Rp8 ribu. Kemudian, porsi besar untuk SD kelas 4–6, SMP, SMA/SMK, ibu hamil dan menyusui Rp10 ribu untuk porsi setiap paket.

Sementara untuk total anggaran per porsi dibagi porsi besar Rp15 ribu dengan rincian sebagai berikut:

  • Rp10 ribu: Bahan baku makanan

  • Rp3 ribu: Biaya operasional gaji karyawan/relawan, listrik, gas, transportasi, dll.

  • Rp2 ribu: Biaya sewa tempat dan fasilitas

Porsi kecil Rp13 ribu dengan rincian sebagai berikut:

  • Rp8 ribu: Bahan baku makanan

  • Rp3 ribu: Biaya operasional gaji karyawan/relawan, listrik, gas, transportasi, dll.

  • Rp2 ribu: Biaya sewa tempat dan fasilitas

Catatan:

  • Bahan baku (Rp10 ribu/Rp8 ribu) digunakan untuk beras, lauk, rempah, buah dan bahan makanan lainnya

  • Operasional Rp3 ribu dipergunakan untuk gaji karyawan, insentif relawan, listrik, gas, APD/WiFi dan kebutuhan operasional lainnya.

  • Sewa/Insentif Rp2 ribu, digunakan untuk sewa tempat, peremajaan alat masak, fasilitas apresiasi penggunaan bangunan dan sarana yang disediakan mitra.

2. Menu MBG mendapatkan berbagai sorotan dari netizen

Komentar netizen soal video MBG di akun @palembangterkini.official (tangkapan layar)

Sejak video tersebut diunggah di Instagram @palembangterkini.official, sudah banyak komentar netizen yang ikut merespons. Selain karena menu MBG yang dinilai kurang layak, penggunaan plastik juga jadi pembahasan menarik.

Menurut akun @ridoarbain, penggunaan plastik adalah hal yang salah. Ia menyoroti SE Wali Kota Palembang Nomor 39 Tahun 2024 tentang larangan penyediaan kantong plastik bagi pelaku usaha. Dia menilai kebijakan tersebut terasa percuma apabila program pemerintah seperti MBG justru dianggap berkontribusi besar terhadap peningkatan volume sampah plastik.

Ia juga mengkritik dapur MBG yang menurutnya bukan difungsikan sebagai tempat memasak, melainkan hanya sebagai tempat pengemasan makanan siap saji. Selain itu, ia menyebut persoalan kandungan gizi pun belum dibahas dan dikhawatirkan akan semakin tidak terarah.

Kemudian, kata akun @hadysumarna, ia mengkritik variasi menu yang dinilai terlalu berbasis tepung dan gorengan. Meski menegaskan bukan tidak bersyukur, ia menilai program MBG perlu evaluasi, peningkatan quality control (QC) dan key performance indicator (KPI).

Akun @dianexel38 menambahkan bahwa ia memberi saran berdasarkan pengalaman pribadi soal keluhan MBG. Ia menghubungi WhatsApp BGN RI (081110008008) karena anaknya yang duduk di bangku SMP tidak menerima MBG selama tiga minggu.

Setelah mengirim pesan, keesokan harinya makanan langsung didistribusikan. Dia juga sempat protes terhadap menu untuk anak SD karena dinilai tidak mencapai Rp10 ribu jika ditotal dan kemudian diperbaiki sesuai anggaran. Menurutnya, respons dari pihak terkait cukup cepat karena tersedia auto chat dan live agent.

Komentar candaan pun muncul lewat akun @dian29224. Ia berkomentar sembari bercanda, menyarankan agar kacangnya dikumpulkan saja sampai Lebaran agar nanti bisa mendapatkan satu toples penuh.

Sedangkan menurut akun @Anggyhuliana28, ia kecewa karena anaknya menerima MBG yang kurang memuaskan.

"Tadi anakku balita MBG mi campur telor 2, kacang atom 1 pack, kurma 3 biji sama pisang putri 1, susu 1 kotak, roti 1 dirapel 2 hari," kata dia.

3. Kacang polong baik untuk kesehatan asal diperhatikan sistem pengolahan

ilustrasi peas atau kacang polong (unsplash.com/Catia Climovich)

Berdasarkan menu MBG yang terlihat dalam video, paket yang dibagikan termasuk kacang polong. Bila dilihat dari manfaat, kacang polong sebenarnya memiliki manfaat baik. Tetapi dalam penyajian harus diperhatikan. Yakni, kacang polong merupakan makanan pelengkap dan bukan menu utama.

Dari informasi yang dikutip dalam YouTube Dokter Fery Juliawan @dokterferytv, kacang polong bisa mengontrol gula darah, menjaga kesehatan jantung, hingga mencegah kanker, dan gizi yang terkandung meliputi nutrisi yang diperlukan tubuh. Yakni, memiliki zat besi, vitamin A, B, C, K, protein, kalsium, mangan, zinc, asam folat dan fosfor.

"Paling penting, konsumsi (kacang polong) itu dilihat pengolahannya. Karena bahan pelengkap, kacang ini sering ditambahkan untuk menu nasi goreng atau sup cream dan bisa juga ditumis kacang polong," kata dokter Fery dalam siaran tersebut.

4. KPPG dan BGN berpeda pernyataan soal menu MBG yang dirapel

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol. Sony Sonjaya

Menanggapi soal penggunaan wadah plastik dalam video yang beredar, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, mengklaim penyedia dapur sudah menerapkan mekanisme distribusi kemasan sehat untuk program MBG.

Dikutip dari situs Antara, Kepala KPPG Palembang, Nurya Hartika, menyampaikan bahwa komitmen pemerintah dalam pemenuhan gizi tidak mengenal jeda, namun dilakukan penyesuaian mekanisme agar tetap efektif dan efisien.

"Puasa ini menggunakan sistem paket kemasan makanan sehat yang didistribusikan setiap hari saat anak masuk sekolah. Untuk libur bulan Ramadan dan Idul Fitri, kami akan mendistribusikan paket bundling kemasan sehat maksimal untuk tiga hari," jelasnya.

Berbeda dengan pernyataan KPPG Palembang yang merencanakan paket MBG dibagikan maksimal 3 hari, pihak BGN RI justru menyebut bahwa pembagian MBG sistem rapel adalah kekeliruan.

Menurut Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol. Sony Sonjaya dalam konferensi pers rapat konsolidasi MBG bersama Pemprov Sumsel, Yayasan, Mitra se-Sumsel di Palembang pada 28 Februari 2026.

Program MBG di sekolah umum, seharusnya tidak menerapkan sistem rapel. Apabila ada penyedia dapur atau SPPG yang melakukan cara tersebut, BGN RI akan menindak dan mengevaluasi sesuai SOP.

"Makanan yang dibawa pulang ke rumah itu per hari. Bukan 1 hari dibagikan untuk jumlah makanan selama 3 hari (dirapel). Ini keliru," kata Irjen Pol. Sony Sonjaya.

Dia menjanjikan permasalahan soal sistem distribusi yang dirapel oleh sejumlah SPPG akan ditindak tegas. Apabila dalam pengecekan ditemukan banyak pelanggaran SOP dan ketidaksesuaian dengan kebijakan BGN, maka izin operasional dapur penyedia dicabut dan akan disetop sementara.

Sony menyampaikan, selama Ramadan program MBG harus tetap berjalan. Tujuannya agar penerima manfaat tetap bisa mendapatkan asupan gizi meski dalam kondisi berpuasa. Ia memastikan pembagian MBG berjalan tanpa henti dan BGN berupaya agar gizi penerima manfaat seimbang.

"Selama Ramadan, kita tidak berhenti memberi asupan gizi. Jadi kita membagikan makanan kering ke sekolah umum," kata dia.

Editorial Team