Pemprov Sumsel Tekankan Pengelolaan Air Terintegrasi untuk Pangan

- Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mendorong pemetaan pengelolaan sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan.
- Potensi sungai dan daerah aliran sungai di Sumsel dapat digunakan untuk pertanian, perkebunan, lewat irigasi atau pun waduk yang terintegrasi.
- Sumsel menjadi salah satu daerah penyumbang produksi beras terbesar di Indonesia dengan peningkatan produksi padi sebesar 23,69 persen.
Palembang, IDN TImes - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mendorong pemerintah kabupaten dan kota melakukan pemetaan pengelolaan sumber daya air. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan air secara terintegrasi guna mendukung ketahanan pangan yang menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.
"Sumsel memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar. Kita memiliki banyak sungai dan daerah aliran sungai," ungkap Sekda Sumsel, Edward Candra, Jumat (6/2/2026).
1. Pemprov Sumsel lihat potensi besar sungai di Sumsel

Edward menjelaskan, potensi sungai yang melimpah dapat digunakan untuk pertanian, perkebunan, lewat irigasi atau pun waduk yang terintegrasi. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan sumber daya air yang ada mampu menyejahterakan masyarakat yang lebih luas.
"Kita memiliki banyak sungai dan daerah aliran sungai. Potensi air yang melimpah ini perlu ditata dan dikelola dengan baik agar muaranya benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," jelas dia.
2. Jadi penyokong ketahanan pangan

Edward menjelaskan, potensi air yang ada di Sumsel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Herman Deru agar mampu menjadi penyokong ketahanan pangan. Sumsel sebagai daerah basis produksi beras nasional memiliki keterkaitan antara ketahanan pangan dan ketahanan air.
"Oleh karena itu, perencanaan dan pengelolaan sumber daya air di Sumsel harus benar-benar terintegrasi dan berkelanjutan, demi mendukung ketahanan pangan dan pembangunan daerah ke depan," jelas dia.
3. Sumsel jadi wilayah di luar Jawa penghasil beras terbesar

Diberitakan sebelumnya, Sumsel menjadi salah satu daerah penyumbang produksi beras terbesar di Indonesia. Hingga akhir 2025, Sumsel mampu memproduksi padi sebesar 3.598.736 ton sepanjang tahun.
Angka ini naik 23,69 persen atau 689.325 ton dari produksi tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 2.909.412 ton. Peningkatan ini menempatkan Sumsel sebagai tiga daerah tertinggi secara nasional yang mampu meningkatkan produksi padi setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.
"Ini kerja kolektif kita, Sumsel dalam mendukung program presiden dalam mewujudkan swasembada pangan," ungkap Herman Deru, Jumat (9/1/2026).
Menurut Deru peningkatan produksi padi merupakan hasil kerja kolektif petani, buruh tani, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia juga mengapresiasi Banyuasin atas produktivitas yang konsisten serta OKU Timur dengan persentase kenaikan produksi terbesar.
“Keberhasilan ini adalah milik mereka yang berada di garis depan produksi padi. Kita berharap capaian ini terus meningkat demi mendukung swasembada pangan," jelas dia.


















