Harga Emas Palembang Naik Rp1,2 Juta Sesuku, Jadi Rp16 Juta Hari Ini

- Harga emas Palembang naik Rp1,2 juta per suku menjadi Rp16,8 juta
- Kenaikan harga emas dapat mengancam sektor perdagangan dan jasa di wilayah Sumatra Selatan
- Kenaikan harga emas juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, tetapi dapat menurunkan daya beli masyarakat dan menyebabkan kenaikan inflasi
Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang kini sentuh angka Rp16 jutaan lagi, usai sempat melandai Rp15 juta per suku atau 6,7 gram pada akhir Januari lalu. Bahkan kenaikan harga emas mencapai Rp1,2 juta sesuku per 4 Februari 2026 menjadi Rp16,8 juta per suku.
Diketahui, harga tersebut terpantau di Toko Perhiasan E-Mi Gold Plaju Palembang. Berdasarkan pergerakan harga di toko terkait, kenaikan tak hanya terjadi pada perhiasan kadar 22 karat atau 92 persen emas murni. Melainkan untuk semua kandungan emas muda seperti 16-18 karat.
1. Harga emas naik picu konsumsi masyarakat melemah

Menyoroti kenaikan harga tersebut, pengamat ekonomi Sumatra Selatan Amidi menilai, harga emas bisa mengancam sektor perdagangan dan jasa. Katanya, kenaikan emas dapat berdampak lanjutan pada perekonomian wilayah secara umum.
"Jika konsumsi masyarakat melemah, sektor perdagangan dan jasa bisa ikut tertekan," ujarnya.
2. Pendapatan pedagang terdongkrak saat harga emas naik

Namun dari kacamata Amidi, lonjakan harga emas sebenarnya membawa dua sisi sekaligus. Yakni, kenaikan harga emas bisa mendorong aktivitas perdagangan dan berpotensi meningkatkan pendapatan daerah. Tetapi juga dapat menjadi tanda keuangan tidak stabil.
"Yang paling cepat merasakan efek kenaikan harga adalah pendapatan pedagang. Penghasilan ikut terdongkrak," jelasnya.
3. Kenaikam harga emas dorong fenomena core inflasi

Namun lanjut dia, kenaikan harga emas yang berkelanjutan juga membawa risiko bagi masyarakat. Menurutnya, ketika harga emas terus menanjak, sebagian pendapatan warga akan tersedot untuk membeli emas, sehingga daya beli terhadap barang lain berpotensi menurun.
Amidi menyampaikan, tak hanya bicara daya beli, ketika harga emas naik ia juga menyoroti potensi kenaikan inflasi. Dia menyebut, dalam banyak kasus, lonjakan harga emas sering diikuti oleh kenaikan harga barang lainnya.
"Inflasi secara umum menyebabkan kenaikan harga berkelanjutan dengan kondisi core inflasi," katanya.



















