Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PALI dan Muara Enim Jadi Daerah Karhutla Terbanyak di Sumsel
Apel penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • BPBD Sumsel mencatat 63 kejadian karhutla sepanjang Januari–Mei 2026, dengan wilayah PALI dan Muara Enim menjadi daerah paling banyak terdampak.
  • Lima daerah telah menetapkan status siaga karhutla, sementara Pemprov Sumsel menggelar apel kesiapsiagaan untuk memperkuat langkah pencegahan bencana.
  • Kemenhut mencatat total 182,54 hektare lahan terbakar di Sumsel hingga April 2026, dengan Muratara menjadi wilayah terluas mencapai 53,3 hektare.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat ada 63 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang Januari-Mei 2026. Kejadian kebakaran terbanyak beerada di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Muara Enim.

"Di Pali tercatat ada 21 kejadian karhutla, sementara di Muara Enim ada 12 kejadian. Kedua daerah ini paling banyak mengalami karhutla sejak awal tahun 2026," ungkap Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Jumat (29/5/2026).

1. Daerah dengan kejadian karhutla terbanyak sejauh ini

Karhutla di wilayah OKI Tahun 2019 lalu (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sudirman mencatat ada lima kecamatan yang mengalami karhutla, di antaranya terjadi di Kecamatan Abab dan Penukal dengan enam kejadian. Lalu Talang Ubi lima kejadian, Tanah Abang tiga kejadian dan Penukal Utara satu kejadian.

Sedangkan di wilayah Muara Enim, kebakaran terjadi di enam kecamatan, di antaranya tiga kebakaran terjadi di Kecamatan Lembak dan Gelumbang. Kemudian, Kelekar dan Rambang Niru masing-masing dua kejadian dan Kecamatan Lubai serta Rambang masing-masing satu kejadian.

"Lalu Palembang enam kejadian, Ogan Ilir dan Musi Rawas Utara masing-masing lima kejadian. Prabumulih empat kejadian, Musi Banyuasin (Muba) dan Ogan Komering Ulu (OKU) tiga kejadian, Musi Rawas dua kejadian serta Banyuasin dan Ogan Komering Ilir masing-masing satu kejadian," jelasnya.

2. Sumsel sudah berstatus siaga

Kondisi kabut asap 2019 akibat karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sudirman menyebutkan, potensi Karhutla diperkirakan meningkat saat musim kemarau terjadi. Saat ini sudah ada lima daerah yang telah menetapkan status siaga karhutla.

Kelima daerah tersebut yakni, OKI, OI, Muba, Banyuasin dan Muara Enim.

"Pemprov juga sudah menaikkan status siaga karhutla dan melaksanakan apel kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan bencana tahun ini," jelasnya.

3. Luasan lahan terbakar hampir sentuh 200 ha

Ilustrasi kabut asap akibat karhutla. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Sementara, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mencatat jumlah lahan yang terbakar di Sumsel selama periode Januari-April 2026 hampir 182,54 hektare (ha).

Wilayah dengan luas lahan terbakar paling besar ada di Muratara sebanyak 53,3 ha, Muba 33,1 ha, Muara Enim 31,9 ha. Lalu OI 27,5 ha, OKI, 20 ha, Banyuasin 9,4 ha dan OKU Selatan 1,4 ha.

"Data luas karhutla diperoleh dari hasil analisa citra satelit bersama Kemenhut, BRIN dan KLH," jelasnya.

Editorial Team

Related Article