Mudik Lebaran Warga Sumsel: War Tiket Promo hingga Momen Perdana

Warga Sumsel antusias berburu tiket promo sejak sebelum Ramadan demi bisa mudik Lebaran dengan biaya terjangkau, baik menggunakan pesawat maupun kereta api.
Rizka dan Nando berbagi pengalaman perjuangan mendapatkan tiket serta tips mengatur waktu pemesanan agar perjalanan mudik lebih nyaman dan efisien.
Henky dan Uci menuturkan momen mudik serta pentingnya menyiapkan konsumsi, menjaga kesehatan, dan memilih transportasi aman selama perjalanan pulang kampung.
Palembang, IDN Times - Mudik atau pulang kampung jadi momen spesial bagi sejumlah perantau. Selain menanti segera waktu bertemu keluarga dan orang terkasih, cerita di balik usaha mudik pun jadi sisi menarik yang istimewa untuk dibahas.
Seperti yang dialami sebagian perantau dari Sumatra Selatan ini, mereka rela 'war' alias berebut tiket transportasi promo demi bertemu orang tercinta. Mulai dari tiket kereta hingga pesawat sejak jauh hari, bahkan dari sebelum Ramadan berlangsung.
1. Pemudik berburu tiket maskapai dari sebelum Ramadan

Rizka, salah satu nakes dan perantau dari Indralaya, Sumatra Selatan, sengaja berburu tiket maskapai sejak sebelum bulan puasa. Katanya, hal tersebut dilakukan demi mendapatkan ketenangan hati untuk bisa pulang kampung dengan biaya terjangkau.
Apalagi, jelas dia, mudik perjalanan Jakarta-Palembang menggunakan pesawat butuh uang cukup banyak. Tak hanya demi menyiapkan dana untuk tiket pulang-pergi, berbagai keperluan dan oleh-oleh pun penting dipersiapkan sebelum pulang ke rumah.
Ia bercerita, tips penting 'war' tiket harga terjangkau dengan fasilitas aman serta nyaman utamanya adalah mengatur waktu. Kata Rizka, ia selalu memantau harga maskapai lewat platform online setiap waktu tanpa terlewat.
"Bahkan sebelum Ramadan, saya sudah menentukan jadwal libur dan mulai ngebandingin harga (tiket). Saya ngecek (harga) biasanya 1-2 minggu sebelum bulan puasa. Ngecek di pagi hari bener atau tengah malem, jangan weekend tapi cek di weekday. Rutin, alhamdulillah dapet tanggal di H-2 Lebaran dan harga agak murah. Saya PP pakai pesawat," jelasnya.
Rizka menyampaikan bahwa selain menggunakan transportasi udara dari Jakarta menuju Palembang, dia juga harus menyiapkan biaya jalan darat dari Palembang menuju Indralaya, kabupaten di Sumsel dengan jarak tempuh 1-2 jam dari Kota Palembang.
"Sampai di bandara (Palembang), saya harus naik LRT lagi, setop di Terminal Jembatan Ampera, terus lanjut naik mobil, naik taksi, ke rumah (Indralaya). Kira-kira kalau semua lancar, total dari bandara Jakarta itu sampai (ke rumah) 3 jam-an. Alhamdulillah, atmosfer tahun ini (mudik) istimewa. Kalian yang mau mudik jangan lupa jaga kesehatan, selamat Lebaran ya," kata Rizka.
2. Pemudik senang berhasil war tiket kereta api

Tak hanya Rizka, bagi Nando, seorang pegawai perbankan di salah satu kantor di Kota Palembang, momen mudik adalah waktu istimewa. Sebab kata dia, suasana mencari tiket adalah hal paling menyenangkan. Ia pun bersyukur tahun ini bisa mudik dengan biaya murah dan berhasil mendapatkan tiket kereta api tujuan Lubuk Linggau di puncak arus mudik.
"Alhamdulillah bisa dapat pemesanan tiket kereta api jam berangkat pagi. Tahun ini berhasil war tiket, apalagi kan kalau kereta ini cepat sekali habis. Bersyukur bisa dapat (tiket) di puncak arus mudik lagi," kata warga Lubuk Linggau itu.
Nando bercerita, pengalaman mudiknya tahun ini berbeda dari sebelumnya. Sebeb beberapa tahun lalu ia tak berhasil mendapatkan tiket kereta dan memilih kendaraan travel yang terkadang di jalan lintas mengalami kemacetan cukup panjang.
"Naik kereta jarak tempuh 7 jam pasti, kalau travel macet dan waktunya tak terkira. Pesannya buat pemudik, bawa peralatan kebutuhan, jaga barang bawaan dan selamat Lebaran," jelasnya.
3. Pemudik bagikan saran agar menyiapkan konsumsi di perjalanan

Selain perang dan berburu tiket pulang kampung, momen mudik Lebaran 2026 menjadi cerita terbaru bagi salah satu ASN kementerian di Palembang. Menurut Henky, warga Sukarami, kesempatan mudik tahun ini adalah momen perdana dalam hidupnya.
Sebab dirinya masih newbie sebagai perantau. Belum setahun, ia menjadi ASN dan harus bertugas di Tulang Bawang, Lampung. Tahun 2026, kata Henky, adalah atmosfer terbaru. Dia mudik di waktu tepat, karena pulang kampung sebelum puncak arus mudik. Tetapi cerita Henky: ia harus berbuka puasa dalam perjalanan karena belum sampai di tujuan.
"Tahun ini spesial karena atmosfer mudik pertama kali saya rasakan. Biasanya saya cuma bisa lihat suasana mudim dari berita di televisi. Sekarang saat saya tugas di Tulang Bawang, saya merasakannya. Perjalanan mudik saya butuh waktu 3 jam. Alhamdulillah lancar, tidak ada kemacetan karena mudik pas di tanggal 17 sore karena prediksi puncaknya (arus mudik) di 18-19 Maret 2026," jelasnya.
Ia berpesan kepada pemudik lain bahwa sebaiknya menyiapkan lebih banyak makanan di jalan saat pulang kampung. Sebab terkadang waktu di perjalanan tidak terprediksi karena bisa saja merasakan berbuka puasa di jalan. Apabila tidak menyiapkan konsumsi yang cukup, kondisi tubuh akan menjadi tidak fit.
4. Pakai travel alih-alih kendarai motor

Sementara, kata Uci, karyawan swasta di Palembang, tahun 2026 ia memilih pulang kampung menggunakan travel. Biasanya, kata dia, beberapa tahun belakang ia mengendarai motor untuk mudik ke Desa Paldas, Banyuasin.
"Perjalanan sekitar 3 jam dari Palembang ke Paldas, tahun ini saya naik travel untuk lebih nyaman dan aman. Buat kalian yang mudik, tetap hati-hati di jalan ya, karena ada keluarga yang menanti di rumah. Jaga kesehatan dan jangan memaksa berkendara (bawa kendaraan) bila kondisi badan tidak sehat," ujarnya.

















