16 Jenazah Bus Terbakar Dibawa ke Palembang untuk Proses Identifikasi

- Sebanyak 16 korban tewas akibat tabrakan Bus ALS dan truk tangki di Jalinsum Muratara dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi karena keterbatasan fasilitas lokal.
- Polres Muratara membuka posko informasi bagi keluarga korban dan menyiapkan kontak resmi untuk membantu proses identifikasi jenazah yang dikirim ke Palembang.
- Jenazah sementara dititipkan di RS Siti Aisyah Lubuk Linggau, diberi nomor kantong sesuai urutan, dan akan dibawa menggunakan 16 ambulans menuju Palembang.
Lubuk Linggau, IDN Times -Sebanyak 16 korban tewas dalam insiden tabrakan Bus ALS dengan truk tangki di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Musi Rawas Utara (Muratara) akhirnya dibawa ke Palembang untuk proses identifikasi, Rabu (6/5/2026).
Identifikasi harus dilakukan di RS Bhayangkara Palembang, karena keterbatasan peralatan di rumah sakit yang ada di Muratara maupun Lubuk Linggau.
Untuk sementara, beberapa korban yang sudah dipastikan identitasnya yakni pengemudi Bus ALS bernama Alif (44) warga Jawa Tengah dengan kernet Saf (50). Kemudian pengemudi mobil tangki BBM PT Seleraya atas nama Yanto dengan kondisi meninggal dunia dan penumpang Martini dengan kondisi meninggal dunia
1. Polres Muratara juga membuka posko informasi bagi keluarga korban

Kasat Lantas Polres Muratara AKP MA Karim mengatakan, semua jenazah akan dibawa ke Palembang pada Rabu malam. Selain itu, Polres Muratara juga membuka posko informasi bagi keluarga yang ingin melakukan identifikasi. “Bagi keluarga bisa menghubungi Nomor WA 0852-7920-9559," ujarnya.
Sebelumnya 16 jenazah korban kecelakaan tersebut, tiba di RS Siti Aisyah dengan dibawa dua mobil ambulans dan mobil Batalyon Teritorial Pembangunan TNI pukul 17.00 WIB.
2. Jenazah para korban akan dibawa ke Palembang menggunakan 16 unit ambulans

Humas RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau Yassir Watera menjelaskan bahwa jenazah 16 korban kecelakaan tersebut, hanya dititipkan sementara karena hanya RS Siti Aisyah yang memiliki ruang pemulasaraan jenazah.
“Sekitar jam 5 sore tiba di kamar mayat, dititipkan sementara, karena akan dibawa ke Palembang. Jenazah para korban akan dibawa ke Palembang menggunakan 16 unit ambulans," ungkapnya.
3. Nama-nama korban belum didapatkan, hanya diberi nomor kantong jenazah

Yassir menambahkan, untuk nama-nama korban belum didapatkan, tetapi sekarang dinomorkan sesuai dengan urutan nomor kantong jenazah yang masuk.
"Jadi sebelum ada perintah dari kepolisian, kami tidak berani apa-apa. Buka (kantong jenazah) saja tidak berani kami. Sedangkan yang dirawat (4 korban selamat) tidak ada di sini. Untuk tindak lanjutnya, kami menunggu dari pihak kepolisian," jelasnya.

















