Tujuh Dokter Forensik Tangani Identifikasi Korban Bus ALS

- Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM tiba di RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi sejak dini hari dengan pengawalan kepolisian.
- Polda Sumsel menurunkan tujuh dokter forensik dan 30 personel DVI guna mengidentifikasi korban yang sebagian besar mengalami luka bakar berat melalui pencocokan data medis dan keluarga.
- Lima jenazah telah mendekati hasil identifikasi, termasuk pengemudi truk tangki serta tiga kru bus ALS, namun penyerahan kepada keluarga menunggu verifikasi ilmiah sesuai prosedur DVI.
Palembang, IDN Times - Identifikasi jenazah korban kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, berlangsung sejak dini hari sekitar pukul 04.30 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kamis (7/4/2026).
Total 16 jenazah tiba di Palembang yang dibawa dari RS Siti Aisyah Lubuklinggau dengan pengawalan kepolisian menggunakan jalur darat pada 6 Mei 2026 malam. Pantauan di lokasi, Polda Sumsel mendirikan posko di sekitar rumah sakit untuk memfasilitasi keluarga korban yang ingin memberikan laporan atau data pendukung.
2. Keluarga korban dipersilakan datang ke posko DVI dengan membawa identitas resmi

Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, mengatakan seluruh jenazah langsung ditempatkan di ruang pendingin setibanya di RS Bhayangkara Palembang sebelum pemeriksaan dimulai dan menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Keluarga korban silakan datang ke posko DVI dengan membawa identitas resmi, data medis, atau dokumen lain yang dapat membantu proses identifikasi," ujarnya.
2. Total 30 personel kepolisian mendampingi identifikasi 7 dokter

Andrianto menyampaikan, Polda Sumsel telah membentuk tim identifikasi dengan melibatkan personel dari Jakarta. Total ada tujuh dokter forensik didampingi 30 personel yang mulai bekerja pukul 08.00 WIB.
Katanya, proses identifikasi korban tidak mudah karena sebagian besar jenazah mengalami luka bakar akibat kecelakaan yang disertai kebakaran hebat. Menurut dia, tim DVI akan melakukan pemeriksaan ciri fisik awal sebelum mencocokkan data medis korban dengan data primer dari pihak keluarga melalui proses rekonsiliasi.
"Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan resmi," katanya.
3. Lima data korban teridentifikasi

Kepolisian memastikan penyerahan jenazah kepada keluarga baru dilakukan setelah identitas korban terverifikasi secara ilmiah dan sesuai prosedur DVI.
Berdasarkan data sementara, lima jenazah yang telah mendekati hasil identifikasi, terdiri dari pengemudi truk tangki PT Seleraya, Aryanto atau Yanto (48), warga Lubuklinggau, serta penumpangnya, Martono atau Martini (47), warga Desa Belani. Tiga korban lainnya berasal dari bus ALS, yakni Alif (44), pengemudi asal Jawa Tengah, serta dua kru bus bernama Saf (50) dan Maleh (42) yang berasal dari Medan.















