Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kondisi Terakhir Warga Palembang Meninggal usai Sesak Napas, Ini Penjelasan RS BARI
Rika Yunita bersama kenang-kenangan foto bersama sang suami Hendriansyah (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Hardiansyah (41) tiba di IGD RSUD Palembang dalam kondisi tidak sadar, tanpa denyut nadi dan napas, lalu dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

  • Tim medis melakukan resusitasi jantung paru, pemberian obat, EKG, dan defibrilasi, tetapi pasien tidak merespons; penyebab medis pasti kematiannya belum dijelaskan rumah sakit.

  • Keluarga menyebut pengemudi ojek online ini memiliki riwayat asma, sempat batuk, pilek, dan sesak napas di tengah kabut asap karhutla sebelum kondisinya memburuk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hardiansyah, pengemudi ojek online berusia 41 tahun, meninggal dunia setelah dibawa ke IGD RSUD Palembang BARI dalam kondisi tidak sadar dan tanpa napas maupun denyut nadi.
  • Who?
    Hardiansyah, warga Palembang; istrinya Rika Yunita; serta tim medis dan Kepala Tim Humas dan Pemasaran RSUD Palembang BARI, Adea Triutami.
  • Where?
    Penanganan medis berlangsung di IGD RSUD Palembang BARI. Keluarga menyampaikan keterangan di rumah duka di Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang.
  • When?
    Hardiansyah dibawa ke rumah sakit pada Jumat, 2 Oktober 2026. RSUD mencatat ia dinyatakan meninggal atau death on arrival pada pukul 07.42 WIB.
  • Why?
    Penyebab medis pasti kematian masih belum diketahui. Hardiansyah memiliki riwayat asma serta sebelumnya mengalami batuk, pilek, dan sesak napas; keluarga menduga keluhan itu memicu kambuhnya asma.
  • How?
    Setiba di IGD, dokter memeriksa dan mendapati tidak ada nadi maupun napas. Tim medis melakukan resusitasi jantung paru, pemberian obat, EKG, dan defibrilasi, tetapi pasien tidak merespons.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Seorang pengemudi ojol bernama Hardiansyah (41) meninggal dunia setelah dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palembang BARI, Jumat, 2 Oktober 2026. Hardiansyah diduga meninggal dunia akibat Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap buntut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Kepala Tim Humas dan Pemasaran RSUD Palembang, Adea Triutami, mengatakan Hardiansyah tiba di IGD dalam kondisi tidak sadar. Saat dilakukan pemeriksaan, tim medis tidak menemukan denyut nadi maupun napas pasien.

"Pasien sampai di IGD sudah dalam kondisi tidak sadar. Dilakukan pemeriksaan oleh dokter, sudah tidak ada nadi dan tidak ada napas," kata Adea kepada IDN Times, Sabtu (3/10/2026).

1. Tim medis sempat ambil tindakan medis

Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Tim medis kemudian melakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan memberikan obat untuk menangani kondisi pasien. Namun, upaya tersebut tidak membuat kondisi pasien kembali merespons.

"Sudah dilakukan RJP dan pemberian obat, namun pasien sudah tidak respons lagi," ujarnya.

Hardiansyah kemudian dinyatakan meninggal dunia atau death on arrival (DoA) pada pukul 07.42 WIB. Hingga kini, keterangan RSUD Palembang tersebut belum menjelaskan penyebab medis Hardiansyah meninggal dunia.

2. Korban dibawa ke RS dan meninggal dunia

Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Diberitakan sebelumnya, Hardiansyah, warga Palembang, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas, diduga akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatra Selatan, Jumat, 2 Oktober 2026.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) ini diketahui memiliki riwayat asma dan sempat mengeluh kesakitan akibat sesak di dadanya.

"Bapak sempat dibawa ke rumah sakit sebelum meninggal dunia," ungkap istri Hardiansyah, Rika Yunita (39), di rumah duka, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang.

3. Keluarga duga korban alami ISPA

Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Selain riwayat asma, keluarga menyebut Hardiansyah sempat mengalami batuk dan pilek sebelum mengalami sesak napas yang lebih berat. Keluarga menduga keluhan tersebut turut memicu kambuhnya asma. Namun, penyebab medis pasti meninggalnya Hardiansyah belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan dugaan keluarga.

"Kalau dari RS cuma mengeluarkan surat keterangan meninggal dunia. Sempat di EKG, terus defibrilasi atau kejut jantung dan disuntik, tapi Bapak sudah meninggal dunia," jelasnya.

Saat kondisi Hardiansyah memburuk, keluarga langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang untuk mendapatkan pertolongan. Rika mengatakan ayahnya dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, sekitar pukul 08.30 WIB, Hardiansyah dinyatakan meninggal dunia.

"Sampai rumah sakit sudah tidak ada napas lagi," ujar Rika.

Curated For You

Editorial Team

Related Article