Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gabah Sumsel Mahal, Bulog Usul Pengiriman Keluar Daerah Dikurangi

Kota Palembang
Gabah Sumsel Mahal, Bulog Usul Pengiriman Keluar Daerah Dikurangi
Gudang Bulog Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Harga gabah di Sumsel mencapai Rp7.700 per kilogram, mendorong modal produksi beras premium hingga sekitar Rp16 ribu per kilogram setelah pengolahan dan pengemasan.

  • Bulog Sumsel Babel mengusulkan pengiriman gabah keluar provinsi dikurangi saat pasokan lokal terbatas dan harga naik, lalu dibuka kembali ketika musim panen.

  • Pemprov Sumsel melalui TPID akan menelusuri rantai pasokan hingga pabrik dan penggilingan, serta mendorong tambahan distribusi beras SPHP melalui gudang ritel dan langsung ke masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Harga gabah yang masih tinggi ikut menjadi persoalan dalam menjaga harga beras premium di Sumatra Selatan (Sumsel). Kondisi ini membuat biaya produksi meningkat hingga memengaruhi harga beras yang diterima konsumen.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan mengatakan harga gabah saat ini di kisaran Rp7.700 per kilogram. Menurutnya, angka tersebut membuat biaya produksi beras premium ikut membengkak setelah memperhitungkan proses pengolahan hingga pengemasan.

"Kalau harga gabah Rp7.700 belum lagi biaya produksi, biaya packing dan lain-lain kalau ditotal, modalnya bisa sekitar Rp16 ribu untuk premium," kata Ihsan, Selasa (1/9/2026).

  1. 1. Harga gabah alami kenaikan

    Gudang Bulog Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
    Gudang Bulog Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Ihsan menyebut, tingginya harga bahan baku pada akhirnya sulit dipisahkan dari harga beras di pasaran. Ketika harga gabah di tingkat petani naik, biaya yang harus dikeluarkan produsen untuk menghasilkan beras juga ikut terdorong.

    "Harga di pertanian tinggi, di pasaran juga akan tinggi. Seperti buah simalakama," ujarnya.

  2. 2. Pengiriman ke luar daerah ditahan

    Perum BULOG menegaskan bahwa stok beras yang saat ini mencapai sekitar 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026 yang tersebar di jaringan gudang BULOG di seluruh Indonesia. Besarnya stok tersebut merupakan hasil akumulasi penguasaan stok awal tahun dan penyerapan gabah petani dalam negeri yang terus dilakukan sepanjang 2026, sekaligus mencerminkan kuatnya kapasitas BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. (Dok. BULOG)
    Perum BULOG menegaskan bahwa stok beras yang saat ini mencapai sekitar 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026 yang tersebar di jaringan gudang BULOG di seluruh Indonesia. Besarnya stok tersebut merupakan hasil akumulasi penguasaan stok awal tahun dan penyerapan gabah petani dalam negeri yang terus dilakukan sepanjang 2026, sekaligus mencerminkan kuatnya kapasitas BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. (Dok. BULOG)

    Ihsan menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar harga beras tetap berada pada tingkat yang dapat dijangkau masyarakat. Menurutnya, harga gabah sekitar Rp6.500 per kilogram masih menjadi angka yang lebih memungkinkan untuk menjaga harga beras tetap terkendali.

    Selain persoalan harga gabah, Ihsan juga menyoroti distribusi hasil pertanian dari Sumsel ke daerah lain. Ia mengusulkan agar pengiriman gabah keluar provinsi mempertimbangkan kondisi ketersediaan di dalam daerah.

    Menurutnya, ketika pasokan lokal sedang terbatas, distribusi gabah ke luar Sumsel sebaiknya dikurangi. Sebaliknya, saat produksi meningkat pada musim panen, pengiriman ke daerah lain dapat kembali dilakukan.

    "Kalau harga naik, sebaiknya stop kirim ke luar daerah. Sedangkan kalau sedang musim panen, silakan jual keluar Sumsel," katanya.

    Usulan tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan bahan baku industri beras dan distribusi komoditas dari Sumsel. Dengan pasokan gabah yang tetap tersedia di dalam daerah, tekanan terhadap biaya produksi beras diharapkan dapat ditekan.

  3. 3. Beras SPHP didorong untuk ditambah

    Sekda Sumsel Edward Chandra (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Sekda Sumsel Edward Chandra (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Di sisi lain, Sekda Sumsel Edward Chandra mengungkap, pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel akan menelusuri rantai pasokan beras hingga ke tingkat pabrik dan penggilingan untuk mengetahui penyebab terbatasnya pasokan premium.

    Pemerintah juga mendorong penambahan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), termasuk melalui gudang ritel maupun penyaluran langsung kepada masyarakat.

    "Kita mendorong penambahan beras SPHP, baik yang didistribusikan melalui depo-depo atau gudang maupun ke masyarakat secara langsung," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More