5 Trik Bikin Kamar Kos Tetap Sejuk Tanpa Kipas Menyala Terus

- Gorden tebal berwarna terang dapat memantulkan panas matahari; tutup saat siang dan buka menjelang sore secara terbatas, terutama ketika kabut asap mengganggu.
- Baskom air dekat jendela terbuka membantu penguapan untuk mengurangi gerah; air perlu diganti berkala agar tidak menjadi sarang nyamuk.
- Matikan elektronik yang tidak dipakai, sirkulasikan udara pada pagi atau malam hari, serta gunakan sprei dan sarung bantal katun tipis agar kamar lebih nyaman.
Kamar kos yang sempit sering terasa lebih cepat panas saat kemarau, apalagi kalau ventilasinya terbatas. Menyalakan kipas seharian penuh memang membantu, tapi ada beberapa trik lain yang bisa dicoba supaya kamar tetap sejuk tanpa harus bergantung penuh pada kipas angin.
Seperti di Palembang saat ini, cuaca sedang sangat panas dan gerah, ditambah kabut asap yang sangat mengganggu. Berikut beberapa tips yang dirangkum IDN Times, untuk bikin kamarmu tetap sejuk tanpa kipas yang menyala terus-menerus.
1. Pasang gorden tebal berwarna terang di jendela

Ilustrasi kamar gelap gorden tertutup (pexels.com/Ron Lach) Gorden berwarna gelap cenderung menyerap panas matahari lebih banyak dibandingkan dengan warna terang seperti putih atau krem. Memilih gorden tebal berwarna terang membantu memantulkan sebagian sinar matahari sebelum masuk ke dalam kamar.
Tutup gorden di siang hari saat matahari sedang terik, lalu buka kembali menjelang sore untuk sirkulasi udara. Namun jangan terlalu lama buka jendela, karena sore hari di Palembang kabut asap semakin tebal karena udara panas mulai menghilang di permukaan.
2. Letakkan baskom air di dekat jendela yang terbuka

ilustrasi baskom penampung air (pexels.com/Vinícius Estevão) Menaruh baskom berisi air di dekat jendela yang terbuka bisa membantu proses penguapan alami yang sedikit mendinginkan udara sekitar. Cara ini memang tidak akan membuat kamar sedingin AC, tapi cukup membantu mengurangi rasa gerah, terutama di kamar berukuran kecil.
Ganti air secara berkala supaya tidak jadi sarang nyamuk.
3. Kurangi barang elektronik yang menyala sepanjang hari

ilustrasi elektronik dapur (pexels.com/Phenyo Deluxe) Charger handphone, lampu, atau perangkat elektronik lain yang terus menyala menghasilkan panas tambahan meski jumlahnya kecil. Di ruangan sesempit kamar kos, akumulasi panas kecil ini tetap terasa, apalagi kalau ventilasi udaranya minim.
Mematikan perangkat yang tidak sedang dipakai membantu menjaga suhu kamar tidak makin naik, juga menghemat penggunaan energi.
4. Manfaatkan waktu pagi dan malam untuk sirkulasi udara

ilustrasi mengatur pencahayaan dan sirkulasi udara (pexels.com/Atlantic Ambience) Membuka jendela dan pintu lebar-lebar di pagi hari sebelum matahari terlalu terik, serta di malam hari setelah suhu luar mulai turun, membantu menukar udara panas di dalam kamar dengan udara yang lebih sejuk.
Kebiasaan ini sering terlewat karena kamar terlanjur ditutup rapat sepanjang hari untuk alasan keamanan. Cukup buka sebentar saat berada di kamar untuk mengawasi.
5. Gunakan sprei dan sarung bantal berbahan tipis

ilustrasi seprai linen (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA) Bahan sprei yang tebal atau berbulu cenderung menahan panas tubuh lebih lama saat tidur. Mengganti sprei dan sarung bantal dengan bahan katun tipis membuat tidur terasa lebih sejuk meski tanpa AC. Bahan ini juga lebih cepat kering dan tidak lembap saat cuaca panas dan berkeringat.
Kombinasi kelima trik ini bisa membuat kamar kos terasa lebih nyaman saat kemarau tanpa harus mengandalkan kipas yang menyala sepanjang hari. Selain lebih hemat listrik, cara-cara ini juga cocok buat kamar kos yang aturannya membatasi pemakaian alat elektronik tertentu.
















