Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ayam Mulai Bertelur, Warga Lahat Berharap Punya Penghasilan Sendiri

Kab. Lahat
Ayam Mulai Bertelur, Warga Lahat Berharap Punya Penghasilan Sendiri
Amat Surman petelur ayam di Lahat (Dok; PTBA)
  • Amat Surman, 72 tahun, warga Desa Sirah Pulau, mulai mengelola 12 ayam petelur bantuan PTBA untuk membuka peluang penghasilan setelah sebelumnya bergantung pada anak.
  • Ayam bantuan, pakan, dan kandang dari program pemberdayaan PTBA mulai menghasilkan telur pada hari ke-16, lebih cepat dari perkiraan awal sekitar 24 hari.
  • PTBA mendorong warga mengembangkan budidaya melalui peningkatan perawatan, produksi, dan penjualan telur, serta menyiapkan survei penanaman jagung dan rencana pabrik pakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lahat, IDN Times - Amat Surman kini punya kesibukan baru di usia 72 tahun. Setiap pagi, sore, hingga malam, warga Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, itu rutin mengecek ayam-ayam yang dipeliharanya di samping rumah.

Bukan sekadar mengisi waktu luang. Dari belasan ayam petelur tersebut, Amat mulai melihat peluang untuk memiliki penghasilan sendiri setelah selama ini tidak mempunyai pekerjaan tetap.

"Sebelum merawat ayam-ayam ini, bisa dibilang saya menganggur karena tidak ada pekerjaan tetap. Jadi, untuk kebutuhan sehari-hari masih bergantung pada anak saya," kata Amat, Selasa (1/9/2026).

  1. 1. Penuhi kebutuhan keluarga

    Amat Surman, peternak ayam petelur di Lahat, bersama ayam ternaknya di lingkungan peternakan setempat.
    Amat Surman petelur ayam di Lahat (Dok; PTBA)

    Kini, sebagian waktunya dihabiskan untuk mengurus ayam-ayam tersebut. Amat rutin mengecek pakan dan minumannya, sekaligus membersihkan kandang setiap dua hari sekali. Kesibukan itu mulai membuahkan hasil setelah ayam yang dipeliharanya mulai bertelur.

    Aktivitas memelihara hewan sebenarnya sudah akrab dengan Amat sejak kecil. Saat masih duduk di sekolah dasar, ia terbiasa memelihara ayam, bebek, hingga kambing. Bedanya, kali ini ia melihat peluang dari kebiasaan lama tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

    Belasan ayam itu didapat Amat dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) di Desa Sirah Pulau. Ia bersama penerima lainnya mendapat 12 ekor ayam petelur, pakan dan kandang untuk memulai budidaya di sekitar rumah.

    Ayam-ayam tersebut bahkan mulai bertelur lebih cepat dari perkiraan. Telur pertama muncul pada hari ke-16 setelah ayam dibagikan, atau lebih cepat dari perkiraan awal sekitar 24 hari.

    Memasuki 31 Agustus 2026, ayam yang dipelihara Amat telah beradaptasi dengan lingkungan barunya dan mulai menghasilkan telur. Bagi Amat, produksi pertama itu bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka harapan untuk mendapatkan pemasukan dari hasil ternak.

  2. 2. Dorong masyarakat untuk mandiri

    Potret Amat Surman, peternak ayam petelur di Lahat, dalam dokumentasi resmi PTBA terkait kegiatan peternakan.
    Amat Surman petelur ayam di Lahat (Dok; PTBA)

    Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, telur yang mulai dihasilkan menjadi tanda bahwa ayam yang diberikan kepada warga sudah bisa dipelihara dan dikembangkan untuk menghasilkan manfaat.

    "Ini merupakan langkah awal yang baik karena masyarakat mulai dapat merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri," ujarnya.

  3. 3. PTBA lakukan survei kebutuhan masyarakat setempat

    Ayam petelur milik warga penerima program CSR PTBA dipelihara sebagai bagian dari pengembangan usaha ternak.
    ayam petelur milik warga hasil CSR PTBA (Dok: PTBA)

    PTBA berharap budidaya tersebut tidak berhenti pada pemeliharaan ayam di masing-masing rumah. Sustainability Division Head PTBA Dedy Saptaria Rosa mengatakan, warga juga perlu memperkuat kemampuan dalam merawat ayam, menjaga produksi telur, hingga menjual hasilnya.

    Menurutnya, produksi telur nantinya diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan keluarga, tetapi juga bisa berkembang menjadi sumber pendapatan bagi warga.

    "Selain menghasilkan pendapatan, telur yang diproduksi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar," katanya.

    Pengembangan budidaya ayam petelur ini juga mulai diarahkan pada ketersediaan pakan. PTBA telah melakukan survei di desa sekitar wilayah operasional untuk menyiapkan penanaman jagung dan rencana pengembangan pabrik pakan.

    Bagi Amat, rencana tersebut menjadi kabar baik. Ia berharap bantuan ayam dan pakan dapat ditambah sehingga jumlah ternaknya bertambah dan telur yang dihasilkan semakin banyak.

    "Kami bersyukur sudah dibantu. Harapannya jangan hanya 12 ekor. Kalau ada tambahan ayam dan pakan, mudah-mudahan bisa segera diberikan," ujar Amat

    Keinginan Amat sederhana: semakin banyak ayam yang dipelihara, semakin besar pula peluangnya untuk memperoleh penghasilan sendiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More