Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Karhutla Mengancam, 7 Armada Udara Difokuskan di Sumsel

Karhutla Mengancam, 7 Armada Udara Difokuskan di Sumsel
Ilustrasi pemadaman udara melalui Helikopter Water Boombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra (Dok. BNPB)
Intinya Sih
  • Pemerintah Sumsel menambah satu helikopter water bombing dari BNPB, sehingga total tujuh armada udara disiagakan untuk menghadapi ancaman karhutla di musim kemarau tahun ini.
  • Helikopter WB difokuskan pada wilayah rawan dan kawasan gambut guna mempercepat pemadaman, sementara armada patroli udara memantau titik panas serta mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
  • Penambahan armada merupakan hasil usulan BPBD Sumsel setelah pengalaman 2024, dengan koordinasi bersama BNPB untuk memastikan dukungan sumber daya menghadapi meningkatnya jumlah hotspot.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tambahan satu unit helikopter water bombing (WB) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dengan penambahan tersebut, total terdapat tujuh armada udara yang beroperasi untuk mengantisipasi ancaman karhutla di Sumsel pada musim kemarau tahun ini.

"Helikopter itu tiba Jumat lalu. Dengan tambahan ini, maka terdapat lima unit helikopter WB dan dua unit armada patroli udara jenis helikopter dan pesawat," ungkap Kabid Penanganan Darurat, Sudirman, Senin (22/6/2026).

1. Sumsel sudah berada pada fase kemarau

Satgas Karhutla
ANTARA FOTO/Satgas Karhutla

Sudirman menjelaskan, tambahan armada ini penting mengingat Sumsel sudah memasuki fase kemarau. Sejumlah daerah telah mengalami karhutla sehingga pemerintah berupaya untuk melakukan pemadaman dengan sigap lewat patroli udara.

"Helikopter WB akan digunakan melakukan penyiraman di lokasi kebakaran. Sedangkan armada patroli udara bertugas memantau titik panas dan mendeteksi potensi kebakaran sejak dini," jelasnya.

2. Kawasan gambut memerlukan bantuan water bombing

Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dirinya menambahkan, tambahan armada ini semakin meningkatkan kapasitas respons dalam penanganan karhutla di Sumsel. Penggunaan helikopter water bombing akan difokuskan di beberapa wilayah rawan yang membutuhkan pemadaman cepat.

"Helikopter WB sangat membantu mempercepat proses pemadaman, terutama ketika terjadi kebakaran di kawasan gambut maupun wilayah yang sulit dijangkau jalur darat," jelasnya.

3. Pemprov berkaca dari kejadian 2024

Ilustrasi karhutla di Sumsel
Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Tambahan armada tersebut merupakan bagian dari usulan yang diajukan BPBD Sumsel untuk penanganan karhutla 2026. Sebelumnya, BPBD Sumsel mengusulkan penambahan empat unit helikopter water bombing untuk menghadapi puncak musim kemarau.

"Dari empat unit helikopter WB yang diajukan, kedatangannya dilakukan secara bertahap. Ancaman karhutla tahun ini perlu diwaspadai seiring meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah. Pemda juga terus berkoordinasi dengan BNPB untuk memastikan dukungan sumber daya, termasuk armada udara," ungkapnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More