Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang Lebaran, Okupansi Hotel Palembang Diprediksi Naik 60 Persen

Jelang Lebaran, Okupansi Hotel Palembang Diprediksi Naik 60 Persen
Aktivitas lalulintas Palembang padat kendaraan (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
  • PHRI Sumsel prediksi tingkat hunian hotel di Palembang naik saat libur lebaran tiba, tetapi tidak lebih dari 60 persen.
  • Sektor perhotelan terkena dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, menyebabkan okupansi hotel tahun ini tidak setinggi tahun sebelumnya.
  • Industri perhotelan harus menekan keuangan dengan mengatur jadwal kerja karyawan dan rendahnya tingkat hunian kamar bisa berdampak psychology effect dari isu krisis yang sekarang terjadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatra Selatan (PHRI Sumsel) memprediksi tingkat hunian atau okupansi hotel di Palembang diprediksi naik saat libur lebaran tiba.

"Ada kemungkinan naik, prediksi kita tidak lebih dari 60 persen," kata Sekretaris Umum PHRI Sumsel Jhon Johan Tisera, Jumat (28/3/2025).

1. Okupansi tahun 2024 capai 90 persen

Kawasan BKB Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Kawasan BKB Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Meski mengalami peningkatan, tingkat hunian hotel Palembang pada tahun ini tidak melonjak seperti tahun 2024. Penyebabnya kata Jhon, karena sektor perhotelan terkena dampak kebijakan efisiensi anggaran yang ditetapkan pemerintah.

"Okupansi hotel tahun ini tidak setinggi seperti tahun sebelumnya yang mencapai kisaran 80-90 persen," jelasnya.

2. Sektor hotel di Palembang terkena efek efisiensi amggaran

Sungai Musi Palembang (TikTok/@Thirafi)
Sungai Musi Palembang (TikTok/@Thirafi)

Jhon mengatakan, efek kebijakan efisiensi anggaran, industri perhotelan harus menekan keuangan dengan mengatur jadwal kerja karyawan atau menentukan momen libur para pegawai. Tujuannya agar pendapatan hotel stabil di kondisi ekonomi sedikit melesu.

"Selain adanya kebijakan efisiensi anggaran, rendahnya tingkat hunian kamar bisa berdampak psychology effect dari isu krisis yang sekarang terjadi," kata dia.

3. Okupansi hotel Palembang saat ini masih di angka 35-40 persen

Ilustrasi aktivitas berkendara di Palembang (instargram a2ampera.bridge)
Ilustrasi aktivitas berkendara di Palembang (instargram a2ampera.bridge)

Secara realistis lanjut Jhon, walau memperkirakan okupansi hotel meningkat. Data sementara menunjukkan bahwa tingkat hunian kamar hotel di Sumsel saat ini terbilang rendah.

"Sampai saat hanya di kisaran 35-40 persen atau belum menunjukkan adanya kenaikan dari rata-rata okupansi di hari biasa," jelas dia.

Kondisi ini kata Jhon, bisa memengaruhi kondisi pariwisata di wilayah Sumsel. Apabila tidak ada kenaikan signifikan hingga momen libur lebaram selesai, maka pemerintah daerah dituntut mengembangkan potensi wisata yang di daerah tersebut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Hafidz Trijatnika
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin

Latest News Sumatera Selatan

See More