Jalinsum Indralaya Diselimuti Asap Karhutla, Jarak Pandang 30 Meter

Kepulan asap yang terbawa angin mengurangi jarak pandang di sejumlah titik dan memicu kekhawatiran pengguna jalan
Pengendara diimbau menyalakan lampu utama dan memperlambat laju
Kebakaran yang terjadi merupakan tipe kebakaran permukaan, fokus pemadaman dilakukan pada titik-titik api yang masih aktif di permukaan lahan
Ogan Ilir, IDN Times –Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mengganggu aktivitas pengendara yang melintas di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Palembang–Indralaya, Sabtu (8/8/2026). Kebakaran lahan yang terjadi sejak Jumat (7/8/2026) malam membuat Jalinsum yang berada di Desa Semambu, Kecamatan Indralaya Ilir tersebut kini diselimuti kabut putih yang membuat mata perih.
Sejumlah pengendara terutama kendaraan roda dua harus berhati-hati karena jarak pandang hanya 30 meter. Informasi di lapangan pada Sabtu (8/8/2026) siang, asap masih menyelimuti ruas Jalinsum karena dalam radius beberapa meter petugas masih berjibaku memadankan api.
1. Kepulan asap yang terbawa angin mengurangi jarak pandang di sejumlah titik

Kasi Humas Polres Ogan Ilir, Iptu Mansyur, mengatakan kepulan asap yang terbawa angin mengurangi jarak pandang di sejumlah titik dan memicu kekhawatiran pengguna jalan. Aparat kepolisian langsung terjun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas.
"Petugas kami mengarahkan kendaraan agar menyesuaikan kecepatan. Mengingat jarak pandang terbatas, rata-rata hanya sekitar 30 meter," ujarnya.
2. Titik api tak begitu jauh dari ruas Jalinsum Palembang-Indralaya

Sementara titik api tak begitu jauh dari ruas Jalinsum Palembang-Indralaya. Upaya penanggulangan Karhutla kini masih dilakukan tim gabungan TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni. Selain pemadaman, tim gabungan menyekat api agar tak meluas ke area lain.
"Tim di lapangan masih berjibaku memadamkan api. Kami mengimbau pengendara menyalakan lampu utama dan memperlambat laju," ucap Mansyur.
3. Kebakaran yang terjadi merupakan tipe kebakaran permukaan

Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatra XIV/Banyuasin, kebakaran terjadi di wilayah Desa Pulau Semambu dan Desa Sungai Rambutan. Titik kebakaran terdeteksi pada koordinat S -3.14769° dan E 104.69448° dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare.
Kebakaran yang terjadi merupakan tipe kebakaran permukaan sehingga fokus pemadaman dilakukan pada titik-titik api yang masih aktif di permukaan lahan.
"Lahan yang terbakar didominasi vegetasi semak belukar, belidang, gegas, dan gelam dengan jenis tanah mineral. Area yang terbakar merupakan Areal Penggunaan Lain (APL) dan berstatus milik masyarakat," ujar Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPI-KL) Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto.














