Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
HET LPG 3 Kg Naik, UMKM Palembang Mulai Sesuaikan Harga Jual
Mendag RI Cek Langsung Pengisian Gas LPG di SPBE Padalarang, KBB. (Dok/Istimewa)
  • Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram naik menjadi Rp18.500 dari semula Rp15.650 per tabung.
  • Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Palembang mulai menyesuaikan harga jual produk untuk balik modal.
  • Kenaikan HET LPG 3 kilogram dipengaruhi oleh kenaikan Upah Minimum Provinsi Sumatra Selatan (UMP Sumsel) sebesar 6,5 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram resmi naik menjadi Rp18.500 dari semula sebesar RpRp15.650 per tabung. Akibat kenaikan itu, beberapa pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Palembang mulai menyesuaikan harga jual produk.

"Ya naik (harga jual) mau gimana lagi, biar balik modal. Kalau gka ya porsinya dikurangi," kata salah satu pedagang soto di Kamboja Palembang Omah, Kamis (9/1/2025).

1. UMKM Palembang beli LPG 3 kilogram Rp21 ribu per tabung

Stok LPG di salah satu agen di Kabupaten Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Dia berencana menyesuaikan harga dan porsi jualan mulai pekan depan. Karena kata Omah, ia baru tahu ada kenaikan harga LPG 3 kilogram dari berita yang beredar. Sementara ia belum membeli lagi LPG 3 kilogram, karena penggunaannya belum habis.

"Beli terakhir Selasa (7/1/2025) belum ada kenaikan (harga LPG). Masih 21 ribu karena bukan dari agen. Nah kalau ini habis belum tau berapa jadinya (kenaikan LPG di eceran)," kata dia.

2. UMKM Palembang sesuaikan porsi jualan setelah LPG naik

Pendaftar LPG 3 Kg Mencapai 57 Juta NIK, Pertamina Patra Niaga Terus Dukung Upaya Pemerintah Wujudkan Subsidi Tepat Sasaran. (Foto: Warnakomunika.IDN Times)

Harga soto yang ia jual seporsi Rp18 ribu termasuk dengan nasi untuk soto ayam, sementara soto ceker Rp12 ribu. Jika nanti harga LPG naik signifikan setelah pembelian selanjutnya, kemungkinan dia lebih fokus menyesuaikan porsi terlebih dahulu.

"Kalau pas beli LPG ini habis sudah naik (harga), nanti pelanggan jadi kaget, mungkin meminimalisir porsi dulu," jelasnya. 

3. Kenaikan harga LPG masih belum terjadi menyeluruh di Palembang

Pendaftar LPG 3 Kg Mencapai 57 Juta NIK, Pertamina Patra Niaga Terus Dukung Upaya Pemerintah Wujudkan Subsidi Tepat Sasaran. (Foto: Warnakomunika.IDN Times)

Berdasarkan pantauan IDN Times di sejumlah agen kawasan Jalan Kapten A Rivai Palembang, kenaikan harga LPG masih belum terjadi menyeluruh. Hal itu karena, beberapa gas yang telah terdistribusi sudah masuk ke agen dari sebelum harga ditetapkan naik.

Kenaikan harga mulai bergerak, dan bisa terealisasi pasca gas LPG 3 kilogram dari distrubusi sebelum harga habis naik terjual. Kondisi harga LPG 3 kilogram yang melonjak ini berdampak terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

4. Penyesuaian HET LPG 3 kilogram ditandatangani Pj Gubernur Sumsel sejak 3 Januari 2025

Petugas Pertamina saat melakukan pengecekan stok LPG (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Menurut Ketua DPD Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumbagsel, Didik Cahyono, penetapan Upah Minimum Provinsi Sumatra Selatan (UMP Sumsel) menjadi 6,5 persen memengaruhi kenaikan harga LPG 3 kilogram.

"Hitung-hitungan harga eceran LPG 3 Kg ini tercantum dalam Surat Keputusan Gubernur. Kenaikan harga juga faktor UMP naik dan berpengaruh terhadap biaya distribusi dan operasional penyaluran," jelasnya.

Keputusan penyesuaian HET LPG 3 kilogram sudah ditandatangani Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi 3 Januari 2025. Setelah penandatanganan SK DPD Hiswana Migas pun langsung mengeukasi DPC Sumsel dan agen terkait untuk menyesuaikan harga.

Editorial Team

Related Article