Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Herman Deru Minta Waspadai Kekeringan, Berpotensi Hambat Hasil Pertanian
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gubernur Sumsel Herman Deru mengingatkan seluruh pihak untuk waspada terhadap ancaman kekeringan yang bisa menghambat produktivitas pertanian di wilayahnya.
  • Deru menegaskan pentingnya menjaga posisi Sumsel sebagai penyumbang pangan terbesar nasional serta mencegah dampak lanjutan seperti kebakaran hutan dan lahan.
  • BMKG memperingatkan potensi kekeringan akibat aktifnya fenomena El Niño yang menyebabkan penurunan curah hujan dan peningkatan risiko karhutla di Sumatera Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumsel Herman Deru mengingatkan seluruh stakeholder untuk mewaspadai ancaman kekeringan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam salah satu potensi daerah Sumsel yakni produksi pertanian.

"Dampak kekeringan terhadap produktivitas pertanian harus diantisipasi agar tidak menganggu capaian produksi yang sudah berjalan dengan baik," ungkap Herman Deru, Selasa (21/7/2026).

1. Berharap produksi pertanian tidak menurun

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Deru, saat ini Sumsel berada di urutan ketiga penyumbang produksi pangan terbesar di Indonesia. Meski di tengah musim kemarau, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan penurunan produksi padi di Sumsel.

"Prestasi sebagai salah satu produsen pangan tertinggi harus kita pertahankan, baik dari sisi peringkat maupun jumlah produktivitasnya," ungkap Deru.

2. Karhutla danggap dapat berdampak luas ke masyarakat

Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Deru mewanti ancaman kekeringan dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi ini kalau tak diantisipasi dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat.

"Kita harus waspada karena asap karhutla tidak hanya menurunkan indeks kualitas udara, tetapi juga bisa meluas ke wilayah lain hingga mengganggu penerbangan," jelasnya.

3. BMKG ingatkan pemerintah soal potensi kekeringan

ilustrasi kemarau (Unsplash.com/Joshua Woroniecki)

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan itu disampaikan menyusul aktifnya fenomena El Niño yang bertepatan dengan seluruh wilayah musim di Sumsel telah memasuki musim kemarau.

"Menguatnya fenomena El Nino ini berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di Sumsel," ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis.

Wandayantolis menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan hingga Dasarian I Juli 2026, suhu permukaan laut di kawasan Samudra Pasifik yang menjadi indikator El Nino mengalami kenaikan lebih dari 1,5 derajat Celsius, bahkan pada awal Juli mencapai hampir dua derajat Celsius di atas kondisi normal. Menurutnya, kenaikan tersebut menunjukkan El Nino telah aktif dan berpotensi mengurangi curah hujan di Indonesia, termasuk Sumsel.

"Secara umum kondisi ini berasosiasi dengan berkurangnya pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia dan meningkatkan peluang terjadinya kekeringan," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article