ilustrasi kemarau (Unsplash.com/Joshua Woroniecki)
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan itu disampaikan menyusul aktifnya fenomena El Niño yang bertepatan dengan seluruh wilayah musim di Sumsel telah memasuki musim kemarau.
"Menguatnya fenomena El Nino ini berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di Sumsel," ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis.
Wandayantolis menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan hingga Dasarian I Juli 2026, suhu permukaan laut di kawasan Samudra Pasifik yang menjadi indikator El Nino mengalami kenaikan lebih dari 1,5 derajat Celsius, bahkan pada awal Juli mencapai hampir dua derajat Celsius di atas kondisi normal. Menurutnya, kenaikan tersebut menunjukkan El Nino telah aktif dan berpotensi mengurangi curah hujan di Indonesia, termasuk Sumsel.
"Secara umum kondisi ini berasosiasi dengan berkurangnya pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia dan meningkatkan peluang terjadinya kekeringan," jelasnya.