Efek MBG Harga Ayam-Telur Tinggi, Disdak Palembang Cari Cara Tekan Inflasi

- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan kenaikan harga ayam dan telur
- Faktor produksi terbatas dan permintaan tinggi juga mempengaruhi harga komoditas tersebut
- Pengaturan jadwal menu lauk di dapur MBG menjadi salah satu solusi untuk menekan inflasi harga ayam-telur
Palembang, IDN Times - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palembang mengevaluasi dan mencari solusi untuk menekan inflasi atau kenaikan harga komoditas ayam dan telur yang terus meningkat efek program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
"Langkah pengendalian inflasi karena permintaan MBG yang masif, pemkot bersama bank indonesia merancang solusi strategis berupa pengaturan jadwal menu lauk di dapur MBG," kata Kepala Bidang Stabilitas dan Sarana dan Distribusi Disdag Palembang, Elsa Noviani, Jumat (9/1/2026).
1. Efek MBG harga ayam dan telur susah turun

Elsa menyampaikan, penyebab utama inflasi Palembang turut dipengaruhi harga ayam dan telur yang susah melandai. Hal itu katanya, disebabkan pelaksanaan MBG yang butuh protein dari ayam dan telur, sehingga permintaan pasar pun kian tinggi.
"Semenjak MBG, telur dan ayam susah turun. Permintaan sangat tinggi karena program ini banyak menggunakan lauk berprotein," jelas dia.
2. Produksi terbatas dan permintaan tinggi

Selain itu kata Elsa, faktor pakan ayam yang mahal dan cuaca buruk juga mempengaruhi produksi di tingkat peternak yang berkurang dari kondisi normal. Stok yang terbatas dan permintaan tinggi berdampak pada harga.
"Siasatnya agar turun (harga ayam telur) pemkot dan BI akan mengatur jadwal pembagian lauk. Ini harapannya supaya permintaa tidak menumpuk di satu komoditas," kata dia.
3. Pengaturan jadwal bahan baku jadi salah satu solusi tekan harga ayam-telur

Pengaturan jadwal pembagian komoditas tersebut, misal pada Senin dan Selasa menggunakan bahan baku ikan, Rabu dan Kamis menyediakan menu MBG ayam dan Jumat bisa pembagian telur atau makanan kering.
"Ini salah satu upaya agar permintaan tidak melonjak di satu waktu yang memicu kenaikan harga," jelas Elsa.
Tak hanya soal pengaturan jadwal penggunaan bahan baku, inflasi di Palembang juga bisa ditekan melalui pelaksanaan Pasar Murah di 18 kecamatan. "Ini akan kita mulai awal Ramadan hingga menjelang Idulfitri," ujarnya.

















