Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Debit Sungai Musi Turun, PDAM Sediakan Air Bersih Gratis untuk Warga Muba
Sungai Musi di Sekayu, Musi Banyuasin. (IDN Times/Yuliani)
  • Debit Sungai Musi dan sejumlah embung di Musi Banyuasin menurun pada puncak kemarau, sehingga ketersediaan air baku di beberapa wilayah terdampak kekeringan.
  • PDAM Tirta Randik memastikan pasokan air bersih pelanggan masih normal karena posisi pipa berada jauh di bawah titik air Sungai Musi.
  • Warga terdampak dapat mengambil air bersih gratis dengan membawa jeriken ke unit PDAM terdekat; layanan ini berjalan sekitar sepekan, disertai imbauan hemat air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musi Banyuasin, IDN Times –Memasuki puncak musim kemarau tahun ini, debit air Sungai Musi di Sekayu, Musi Banyuasin (Muba) dan sekitarnya mulai mengalami penurunan. Kondisi ini memengaruhi ketersediaan air baku dan beberapa embung yang mulai kering, karena selama ini air bersih untuk warga berasal dari Sungai Musi.

Kendati air baku mengalami penurunan debit, warga tak perlu risau sebab suplai air bersih tetap berjalan normal. Bahkan warga bisa mengambil air bersih secara gratis di kantor Perumda PDAM Tirta Randik apabila kekurangan air selama musim kemarau.

1. Pasokan air bersih kepada pelanggan hingga kini masih aman

ilustrasi air bersih (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Direktur Utama Perumda PDAM Tirta Randik, Azmi Julian, mengatakan debit air baku yang berasal dari Sungai Musi dan embung saat ini memang mengalami penurunan. Namun, pihaknya memastikan pasokan air bersih kepada pelanggan hingga kini masih aman.

"Sejauh ini masih normal untuk suplai ke masyarakat, karena pipa kita berada jauh di bawah titik air. Kita pastikan pelayanan kepada masyarakat masih aman," ujarnya, Rabu (29/7/2026).

2. Layanan pengambilan air bersih secara gratis bagi masyarakat terdampak

Ilustrasi air bersih (Dok. femina.co.id)

Menurutnya, dampak kekeringan mulai dirasakan pada unit pelayanan yang mengandalkan embung sebagai sumber air baku. Akibat debit air yang terus menyusut, sebagian embung tidak lagi mampu menyuplai kebutuhan air untuk diolah.

"Sebagai langkah antisipasi, kita telah menyediakan layanan pengambilan air bersih secara gratis bagi masyarakat terdampak. Warga cukup membawa jeriken ke kantor unit PDAM terdekat tanpa dikenakan biaya," jelasnya.

3. Daerah yang menggunakan sumber air baku embung sebagian sudah kekeringan

ilustrasi air bersih untuk mencuci (pixabay.com/JonasKIM)

Direktur Teknik PDAM Tirta Randik, Ali Komaini, menambahkan bahwa daerah yang menggunakan sumber air baku dari embung sebagian sudah tidak dapat beroperasi lagi karena kekeringan.

"Layanan pengambilan air gratis tersebut telah berlangsung sekitar satu minggu terakhir. Kebijakan itu diambil agar kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi selama musim kemarau," terangnya.

Pihaknya juga terus memantau perkembangan debit air Sungai Musi maupun embung sebagai langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

"Masyarakat juga kita imbau menggunakan air secara hemat dan mematikan keran jika tidak digunakan," ungkap Ali.

Curated For You

Editorial Team

Related Article