Palembang, IDN Times - Bagi Setio Julian (27), stabilitas jaringan internet bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan menyangkut untung dan rugi. Sebagai trader crypto yang aktif memantau pergerakan harga secara real-time, dirinya tahu betul bahwa satu detik keterlambatan data bisa berdampak besar pada keputusan investasinya.
Pemuda asal Palembang ini mengenal dunia trading dari lingkaran pertemanannya. Sekitar tahun 2021, saat pandemi COVID-19 membatasi banyak aktivitas, ia dan sejumlah teman yang sama-sama tertarik pada investasi mulai serius menjajal instrumen ini sebagai cara menambah pemasukan.
"Awalnya, saya mengenal pasar saham lebih dulu sebelum akhirnya beralih dan lebih aktif di crypto, khususnya di segmen spot trading," kata pemuda yang akrab disapa Tyo ini, kepada IDN Times.
Setelah beberapa tahun menjalaninya, dirinya memilih pendekatan yang lebih konservatif, yakni investasi jangka panjang dengan porsi yang sudah ia pertimbangkan matang-matang.
"Sekarang investasi saya sustain, stabil. Jatuhnya investasi saya juga jangka panjang, bukan jangka pendek. Jadi itung-itung nabung tapi lewat instrumen crypto," kata Tyo.
