Bulog Siap Luncurkan Beras Kemasan Saset, Bakal Sasar Anak Indekos

- Bulog Sumsel siap memproduksi kembali beras saset ukuran 200 gram untuk menyasar kalangan menengah ke bawah.
- Harga beras saset Bulog mulai dari Rp2.500, dengan mesin kemasan yang masih tersedia di gudang.
- Animo masyarakat pada peluncuran awal beras saset Bulog pada 2018 diterima positif, namun perlu dukungan pemerintah untuk program pengadaan beras lokal.
Palembang, IDN Times - Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik Wilayah Sumatra Bagian Selatan dan Bangka Belitung (Perum Bulog Sumsel Babel), menyambut baik wacana pusat yang ingin kembali memproduksi beras saset ukuran 200 gram.
Sebelumnya, produk beras saset sempat diluncurkan Bulog pada 2018 untuk menyasar kalangan menengah ke bawah, atau menarget produk terjual hingga pelosok Tanah Air.
1. Produk beras saset belum dimasifkan kembali oleh Bulog

Menurut Kepala Bulog Sumsel Babel, Mohammad Alexander, rencana peluncuran kembali beras saset bisa menjadi program positif agar masyarakat mudah mendapatkan beras berkualitas dengan porsi minim yang menyasar segmentasi tertentu.
"Kalau bahas ini (beras saset), sampai sekarang belum masif dan belum punya lagi produknya. Tapi jika dilihat untuk pasar, lebih pas keperuntukkannya untuk anak indekos, anak milenial bisa karena mudah dibawa traveling seperti dibawa hiking," kata dia.
2. Bulog tunggu intruksi pemerintah produksi beras saset

Beras saset atau beras kemasan Bulog dengan porsi kecil, rencananya dijual dengan harga mulai dari Rp2.500.
"Kalau memang ada intruksinya (memproduksi beras saset), kita Bulog Sumsel Babel masih punya mesin untuk pengemasannya di gudang," timpalnya.
3. Animo masyarakat soal beras saset

Animo masyarakat pada peluncuran awal beras saset Bulog pada 2018 secara umum diterima publik dengan positif. Namun memang karena proses produksi tidak berlanjut dan tanpa kontinuitas, produk perlahan pun berhenti beredar.
"Ada pernah di Papua, antusiasnya (sambut beras saset) di pelosok, di pedasaan, animonya bagus. Tapi tidak kontinyu ditambah marketing kurang," jelas dia.
4. Bulog berharap pemerintah bantu pengadaan beras lokal hingga 1.000 ton

Bulog berharap ke depan pemerintah juga dapat mendukung program-program unggulan pengadaan beras lokal, serta produksi beras kualitas baik dari petani daerah untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.
"Kalau ada lagi (beras saset) kami berharap ke Pemda dan pusat untuk support milik (beras) lokal dan meningkatkan produksi gabah. Paling tidak Bulog berharap ada seribu ton beras lokal yang memenuhi gudang," kata Alex.












![[BREAKING] Wakil Bupati PALI Ditangkap Penyidik Pidsus Kejati Sumsel](https://image.idntimes.com/post/20250210/1000127120-679b8fb0461ad11c7448d145cee7fdab-3f980f0298d4b94e7066ad042c72dc7c.jpg)



