Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Prediksi Sumsel Turun Hujan Merata Pertengahan November 2026

Kota Palembang
2 min read
BMKG Prediksi Sumsel Turun Hujan Merata Pertengahan November 2026
Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra)
  • BMKG memprediksi hujan sporadis di Sumatra Selatan mulai berpeluang pada akhir Oktober 2026, sedangkan hujan merata di seluruh wilayah diperkirakan terjadi pertengahan November.

  • Atmosfer Sumsel masih kering dan berada pada puncak suhu maksimum, sehingga pembentukan awan hujan belum merata serta potensi munculnya hotspot karhutla tinggi.

  • Kekeringan dan angin timuran kuat menghambat penanganan karhutla, termasuk modifikasi cuaca; hujan justru cenderung turun di barat dan utara, bukan Palembang hingga OKI timur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Badan Meteorologi Klomatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan turun di Sumatra Selatan secara merata di seluruh wilayah berlangsung pertengahan November 2026.

"Sementara untuk hujan sporadis di Sumsel mulai berpeluang terjadi di akhir Oktober 2026," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, Sabtu (17/9/2026).

  1. 1. Sisi timur Palembang baru turun hujan di November

    hujan deras
    ilustrasi hujan deras (pexels.com/BLACK IBEX)

    Berdasarkan kondisi saat ini, atmosfer Sumsel masih kering. Sehingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghadapi tantangan.

    "Hujan sebaran lebih merata diperkirakan baru terjadi pertengahan November, termasuk di wilayah rawan karhutla di sisi timur Palembang," kata Wandayantolis.

  2. 2. Sumsel masih berada dalam suhu maksimum

    Orang berjalan menggunakan payung saat hujan deras di jalan.
    ilustrasi hujan deras sebagai bagian dari kondisi cuaca harian (pexels.com/Md Nadim Mahmud)

    Wandayantolis mengatakan, kondisi atmosfer yang masih terlalu kering ini tidak dapat mendukung pembentukan awan hujan secara menyeluruh. Bahkan, Sumsel sekarang berada dalam puncak suhu maksimum.

    "Sehingga poensi hotspot sangat besar untuk bermunculan,” jelas dia.

  3. 3. Karhutla sulit ditangani karena kekeringan panjang

    Ilustrasi kondisi hujan deras
    Ilustrasi kondisi hujan deras (pixabay.com/PublicDomainPictures)

    Lebih lanjut Wandayantolis menyampaikan, situasi kekeringan ini menjadi tantangan bagi upaya penanganan karhutla, mulai dari pemadaman melalui jalur darat, pengeboman air (water bombing), hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).

    Angin timuran yang cukup kuat hingga lapisan atmosfer atas turut memengaruhi distribusi hujan dari pelaksanaan modifikasi cuaca.

  4. 4. Hujan terjadi di Sumsel tak spesifik

    hujan deras
    ilustrasi hujan deras (pexels.com/Pixabay)

    Hujan yang diharapkan turun di Palembang, Banyuasin, hingga wilayah OKI bagian timur justru cenderung jatuh di wilayah barat dan utara Sumsel.

    “Seperti di tanggal 11 (Oktober) hujannya di wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Empat Lawang. Yang sebenarnya kita harapkan hujannya di Palembang, serta Banyuasin yang mengarah ke OKI sisi Timur,” jelas Wandayantolis.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More