Sekayu Dikepung Karhutla, Api Berjarak 100 Meter dari Perumahan

- BPBD Muba menerima enam laporan karhutla di Sekayu sejak 14 Oktober 2026, mencakup Salarai, Balai Agung, serta sejumlah perumahan di Kelurahan Kayuara.
- Lahan terbakar diperkirakan melebihi 10 hektare dengan vegetasi semak dan tebas tumbang. Sebanyak 27 personel bersama armada dikerahkan, namun pemadaman terkendala titik api tersebar dan pengisian air.
- Api dekat Perumahan Palem Hijau kembali menyala dan berjarak sekitar 100 meter dari rumah warga. Warga cemas api merembet serta asap mengganggu lingkungan permukiman.
Musi Banyuasin, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengepung Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Dalam sehari, enam laporan kebakaran diterima BPBD Muba sejak Rabu (14/10/2026), dengan total luas lahan terbakar diperkirakan lebih dari 10 hektare.
Kebakaran terjadi di sejumlah titik, mulai dari kawasan Salarai, Kelurahan Balai Agung, hingga beberapa kompleks perumahan di Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu. Bahkan, api kembali menyala di kawasan Perumahan Palem Hijau dan saat ini petugas masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah lokasi.
1. Ada enam titik api tersebar di beberapa lokasi

Petugas BPBD Muba saat melakukan pemadaman di lahan terbakar. (Dok. BPBD Muba) Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengatakan tim langsung dikerahkan setelah menerima laporan kebakaran dari warga. Pemadaman dilakukan secara bergantian karena titik api tersebar di beberapa lokasi.
"Sebanyak enam titik kebakaran terjadi yang berada di Jalan Sekayu-Bandar Jaya kawasan Salarai, Kelurahan Balai Agung, serta Perum Palm Hijau 3, Palm Hijau 4, Perum GCI, dan kawasan Palem Hijau di Kelurahan Kayuara," ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD Muba mengerahkan 21 personel, dibantu enam personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial. Petugas didukung oleh dua unit mobil dalkarhutla, satu mobil fire jeep, dua mobil suplai air, dua mobil pemadam kebakaran, serta dua sepeda motor BPBD.
2. Total luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 10 hektare

Kondisi karhutla di Sekayu yang mendekati perumahan warga. (Dok. BPBD Muba) Marko menambahkan, total luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 10 hektare. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan tebas tumbang dengan jenis tanah mineral.
"Bahkan sore kemarin, api yang berada dekat Perumahan Palem Hijau kembali menyala. Tim saat ini masih melakukan upaya pemadaman di lokasi. Pemadaman dibantu oleh masyarakat," ucapnya.
Dalam proses pemadaman, petugas terkendala oleh titik api yang tersebar dalam kelompok-kelompok kecil. Armada juga harus bergantian melakukan pengisian air di Posko BPBD sebelum kembali ke lokasi kebakaran.
"Untuk penyebab kebakaran, BPBD mengindikasikan api di belakang Perum Palm Hijau diduga berasal dari pembakaran yang disengaja. Sementara penyebab kebakaran di kawasan Salarai dan Perum GCI masih belum diketahui," ucapnya.
3. Warga cemas karena api merembet mendekati perumahan

Petugas BPBD Muba saat melakukan pemadaman di lahan terbakar. (Dok. BPBD Muba) Sementara itu, warga Perumahan Palem Hijau, Kecamatan Sekayu, kini dilanda kecemasan akibat karhutla yang kembali menyala di sekitar permukiman mereka. Salah satu warga Perumahan Palem, Guntur, mengaku khawatir api semakin mendekati permukiman. Ia memperkirakan jarak titik api dari rumah warga sudah 100 meter.
"Kami waswas karena kebakaran belum sepenuhnya terkendali. Semoga api cepat padam, takut api akan merambat ke rumah," ungkapnya.
Kecemasan serupa juga dirasakan Aliem. Ia mengatakan kebakaran kembali menyala dan membuat asap dari lahan terbakar mengganggu kenyamanan di sekitar tempat tinggal mereka.
"Kami khawatir api semakin dekat ke rumah. Asapnya juga membuat cemas, apalagi kebakaran belum padam. Kami berharap api segera bisa dipadamkan dan tidak sampai merembet ke permukiman," jelas Aliem.



















