Asap Masih Tebal, Dudung Minta Aparat Tindak Tegas Perusahaan Terlibat Karhutla

Menko Polkam Dudung Abdurachman meminta Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel menindak tegas perusahaan yang sengaja membakar lahan atau lalai menangani karhutla.
Penegakan hukum diminta berlaku bagi seluruh pelaku, termasuk masyarakat yang sengaja membakar hutan, karena kebakaran menimbulkan kerugian serta berisiko meluas.
Pemda, TNI, dan Polri diminta memaksimalkan pencegahan serta pemadaman sebelum hujan turun, sambil memperkuat edukasi bahaya karhutla terhadap kesehatan dan keamanan.
Palembang, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, meminta aparat menindak tegas perusahaan yang terbukti sengaja membakar lahan atau lalai dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel).
Dalam rapat koordinasi (rakor) di Sematang Borang, Palembang, Dudung meminta Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel tidak ragu memproses secara hukum perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran terkait karhutla.
"Bagi Kapolda dan Pangdam, perusahaan-perusahaan yang sudah disegel harus ditindak tegas," ungkap Dudung, Kamis (15/10/2026).
1. Masyarakat juga harus ditindak

Menkopolkam Dudung Abdurachman saat rapat koordinasi di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Dudung menyebut, proses penanganan hukum tidak boleh tebang pilih. Seluruh pihak yang lalai ataupun yang melakukan pembakaran hutan dengan sengaja harus diproses karena menimbulkan kerugian dan dampak buruk bagi masyarakat dan negara.
"Begitu juga masyarakat yang dengan sengaja melakukan pembakaran harus mendapat penindakan tegas. Jika dibiarkan, kebakaran akan semakin meluas," ujar Dudung.
2. Pemadaman karhutla harus semakin masif

Menkopolkam Dudung Abdurachman saat rapat koordinasi di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Selain penegakan hukum, Dudung meminta pemerintah daerah bersama TNI dan Polri meningkatkan upaya penanganan karhutla di Sumsel. Ia berharap hujan segera turun pada akhir November 2026. Namun, sebelum hujan datang, langkah pencegahan dan pemadaman harus terus dilakukan untuk menekan penyebaran kebakaran.
"Mudah-mudahan hujan segera turun pada akhir November. Namun, sebelum hujan turun, ada langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan untuk mengatasi karhutla. Upaya pemadaman harus semakin masif, begitu juga penegakan hukum," katanya.
3. Edukasi masyarakat terkait dampak karhutla

Menkopolkam Dudung Abdurachman saat rapat koordinasi di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Dudung juga menekankan pentingnya penyuluhan kepada masyarakat agar memahami dampak karhutla. Menurutnya, kebakaran lahan tidak hanya berdampak pada kesehatan akibat kabut asap, tetapi juga berkaitan dengan aspek keamanan.
Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat diminta memperkuat sosialisasi mengenai bahaya pembakaran lahan serta meningkatkan upaya pencegahan di wilayah rawan karhutla.
"Penyuluhan kepada masyarakat juga perlu diperkuat agar mereka memahami bahwa dampak karhutla bukan hanya terhadap kesehatan, tetapi juga keamanan," ucapnya.



















