Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

144 Mahasiswa Poltekpar Palembang Sudah Bekerja Meski Belum Diwisuda

Kota Palembang
2 min read
144 Mahasiswa Poltekpar Palembang Sudah Bekerja Meski Belum Diwisuda
wisuda ke-VII Poltekpar Palembang (Dok: Poltekpar Palembang)
  • Sebanyak 144 mahasiswa Poltekpar Palembang telah bekerja sebelum wisuda, termasuk di sektor pariwisata dan perhotelan multinasional di Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.

  • Sepuluh lulusan memilih berwirausaha, sementara pengalaman kuliah dan magang, termasuk di luar negeri, menjadi bekal mahasiswa menghadapi kebutuhan industri pariwisata yang berkembang.

  • Wamenpar Ni Luh Puspa menekankan pentingnya SDM berkualitas untuk meningkatkan layanan, keberlanjutan destinasi, serta mengangkat budaya dan potensi ekonomi lokal Sumatra Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Sebanyak 144 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang tak perlu menunggu wisuda untuk mulai bekerja. Mereka sudah mendapatkan pekerjaan sebelum menyelesaikan pendidikan.

Direktur Poltekpar Palembang, Iwan Riady, mengatakan para mahasiswa dan lulusan tersebut memiliki peluang berkarier di berbagai sektor, terutama industri pariwisata dan perhotelan. Sejumlah alumni bahkan bekerja di perusahaan perhotelan multinasional di Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.

"Para alumni sukses berkarier di berbagai sektor strategis dan berwirausaha. Bekerja di industri pariwisata hingga perhotelan multinasional negara Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat," ungkap Iwan dalam wisuda ke-VII Poltekpar Palembang, Kamis (15/10/2026).

  1. 1. Sepuluh lulusan memilih berwirausaha

    Direktur Poltekpar Palembang Iwan Riadi dalam potret dokumentasi yang digunakan dalam pemberitaan IDN Times
    Direktur Poltekpar Palembang Iwan Riadi (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Selain bekerja di perusahaan, 10 lulusan Poltekpar Palembang memilih membangun usaha sendiri. Jalur kewirausahaan ini menjadi salah satu pilihan bagi lulusan untuk mengembangkan kemampuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Pengalaman belajar dan magang juga menjadi bagian dari persiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.

    "Mereka punya bekal yang cukup selama berkuliah di kampus, magang di luar negeri, hingga dipercaya untuk bekerja sebelum memegang ijazah," jelasnya.

  2. 3. Wamenpar soroti kualitas SDM pariwisata

    Dokumentasi kegiatan wisuda ke-VII Poltekpar Palembang yang berlangsung dalam rangkaian acara kelulusan.
    wisuda ke-VII Poltekpar Palembang (Dok: Poltekpar Palembang)

    Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, yang hadir secara daring dalam wisuda tersebut, menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam perkembangan pariwisata Indonesia.

    Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara. Pada Januari–Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    "Masa depan pariwisata Indonesia tidak hanya ditentukan oleh banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dihadirkan, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta keberlanjutan destinasi yang kita jaga bersama," jelasnya.

    Menurut Ni Luh, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pengalaman wisatawan. Pengembangan pariwisata juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga keberlanjutan destinasi.

    "Adik-adik (wisudawan) memiliki peran penting dalam membentuk masa depannya dan pariwisata Indonesia," jelasnya.

  3. 3. Lulusan diharapkan mampu mengangkat budaya lokal

    Potret Direktur Politeknik Pariwisata Palembang Iwan Riadi dalam dokumentasi IDN Times di Palembang.
    Direktur Poltekpar Palembang Iwan Riadi (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Dalam wisuda tersebut, Poltekpar Palembang mengusung tema Rooted in Heritage, Beyond for the World. Tema ini menekankan pentingnya budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari pengembangan pariwisata sekaligus bekal untuk bersaing di tingkat internasional. Ni Luh berpesan agar para lulusan terus berinovasi, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan tidak melupakan akar budaya.

    Kekayaan tradisi Sumatra Selatan menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk menarik wisatawan. Lulusan bidang pariwisata diharapkan dapat memanfaatkan kompetensi profesional mereka untuk memperkenalkan potensi tersebut sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More