BMKG Perkirakan Kemarau Lebih Dini di Sumsel Tahun Ini

- BMKG memperkirakan musim kemarau di Sumatera Selatan datang lebih cepat sekitar 20 hari dari biasanya, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap dampaknya.
- Kemarau tahun ini diprediksi bersifat bawah normal dengan curah hujan lebih rendah, meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah.
- Durasi kemarau diperkirakan berlangsung antara 2 hingga 5 bulan, dengan wilayah tengah mengalami periode kering paling panjang.
Palembang, IDN Times - Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengingatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan di wilayah tersebut untuk mewaspadai potensi musim kemarau dan kekeringan di Bumi Sriwijaya.
Ia menjelaskan bahwa dibandingkan dengan rata-rata klimatologis periode 1991–2020, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan mengalami percepatan awal musim kemarau. Kondisi ini perlu diantisipasi lebih dini guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, dan potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Sekitar 64 persen wilayah mengalami kemajuan hingga dua dasarian atau sekitar 20 hari lebih cepat dari biasanya," ungkap Wandayantolis, Rabu (25/3/2026).
1. Kemarau bisa datang lebih cepat di awal Mei

Wandayantolis menjelaskan, musim kemarau diperkirakan mulai berlangsung pada Mei hingga Juni 2026. Peralihan musim paling awal terjadi pada awal Mei, namun kondisi kemarau belum merata di seluruh wilayah.
"Sekitar 29 persen wilayah mulai kemarau pada akhir Mei, dan sekitar 64 persen wilayah lainnya terjadi pada awal sampai pertengahan Juni," ungkap dia.
2. Kondisi kemarau terjadi di bawah normal

Pihaknya mencatat sifat musim kemarau tahun ini didominasi oleh kondisi di bawah normal. Kondisi tersebut mengakibatkan curah hujan diprediksi dapat lebih rendah dari biasanya.
"Hanya sebagian kecil wilayah yang bersifat normal. Selebihnya lebih kering, sehingga potensi kekeringan perlu diwaspadai," jelasnya.
3. Kemarau dapat terjadi 3-5 bulan

Durasi musim kemarau di Sumatera Selatan diperkirakan berkisar antara 7 hingga 15 dasarian, atau setara sekitar 2 hingga 5 bulan. Adapun wilayah bagian tengah diprediksi mengalami periode kemarau paling panjang, dengan durasi mencapai 13 hingga 15 dasarian atau sekitar 4 hingga 5 bulan.
"Ini termasuk durasi yang cukup panjang untuk wilayah Sumatra," jelasnya.


















