Hemat BBM, Gubernur Sumsel Kaji WFH 1 Hari dalam Sepekan bagi ASN

- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengkaji penerapan WFH satu hari per minggu bagi ASN untuk menekan penggunaan BBM dan mendukung efisiensi energi.
- Gubernur Herman Deru menegaskan langkah ini sebagai respons terhadap potensi kelangkaan BBM serta dorongan efisiensi dari pemerintah pusat di tengah kondisi ekonomi global.
- Pemprov Sumsel masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat sebelum menerapkan kebijakan WFH agar pelaksanaannya sejalan dengan arahan nasional.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tengah mengkaji kebijakan efisiensi jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), sehingga ASN tetap dapat menjalankan tugas tanpa harus menggunakan kendaraan untuk beraktivitas ke kantor.
"Kita mengikuti anjuran pemerintah pusat agar melakukan efisiensi BBM. Bagaimana guncangan ekonomi global ini, dan satu-satunya pertahanan kita adalah efisiensi. Jadi, pemborosan energi yang tidak penting harus kita efisiensi lagi," ungkap Gubernur Sumsel, Herman Deru, Senin (23/3/2026).
1. Upayakan penghematan BBM dan listrik

Sejumlah langkah antisipasi menghadapi kelangkaan energi membuat Pemprov Sumsel mulai berbenah. Tak hanya BBM, penggunaan listrik turut menjadi perhatian untuk efisiensi.
"Misalnya listrik, yang tidak perlu akan kita efisiensi lagi. Setiap tetes BBM yang bersubsidi itu juga kan ada andil dari masyarakat dan negara, sehingga negara ini bisa tetap survive," jelas dia.
2. Tunggu juknis dari pusat

Saat ini, Pemprov Sumsel masih menunggu arahan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait penerapan kebijakan WFH. Dalam rencananya, skema kerja dari rumah tersebut akan diberlakukan satu hari dalam sepekan, dengan tujuan mengurangi penggunaan kendaraan dinas dan menekan konsumsi BBM.
"Jadi, penerapan WFH satu hari bagi ASN, tujuannya agar kendaraan dinas tak mengonsumsi BBM dalam sehari dan bisa terjadi efisiensi," sambungnya.
3. Tunggu arahan lanjutan dari pusat

Deru memastikan, kebijakan yang akan diambil sejalah dengan tujuan dari pemerintah pusat.
"Secepatnya, setelah juknis dan kebijakan dari pemerintah pusat turun, karena ini efektif kelihatannya. Saya juga terus mengikuti perkembangan beritanya," ungkapnya.


















