Disdik Sumsel Tunggu Juknis Aturan Sekolah Daring demi Efisiensi BBM

Dinas Pendidikan Sumsel menunggu petunjuk teknis sebelum memutuskan untuk menerapkan kembali sekolah daring sebagai langkah efisiensi penggunaan BBM di wilayahnya.
Gubernur Sumsel Herman Deru tengah mengkaji kebijakan efisiensi energi dengan opsi kerja dari rumah bagi ASN untuk menekan konsumsi BBM.
Pemerintah Provinsi Sumsel menyiapkan skema WFH satu hari per pekan guna mengurangi penggunaan kendaraan dinas dan mendukung penghematan energi secara menyeluruh.
Palembang, IDN Times - Dinas Pendidikan Sumatra Selatan (Sumsel) mulai mengkaji kemungkinan sekolah daring kembali diberlakukan. Kondisi ini merupakan langkah dalam mengantisipasi kemungkinan negara melakukan efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Untuk kebijakan sekolah daring masih menunggu petunjuk teknis seperti apa terkait penghematan BBM ini," ungkap Kadisdik Sumsel, Mondyaboni, Rabu (25/3/2026).
1. Pembelajaran daring tak bisa dilakukan di seluruh wilayah

Mondyaboni menjelaskan, pihaknya masih menunggu arahan dari Pemprov Sumsel maupun Pemerintah RI mengenai efektivitas kebijakan yang ada. Jika kebijakan ini diberlakukan, maka Disdik akan menerapkan pembelajaran daring setelah sebelumnya pernah dilakukan saat masa pandemi lalu.
Hanya saja, kebijakan ini tidak bisa dilakukan secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota. Beberapa daerah dinilai belum memiliki akses pembelajaran jarak jauh yang memadai.
"Kita akan lihat dulu situasi dan kondisi di Sumsel. Nanti bisa dicari opsi-opsi terbaiknya," jelasnya.
2. Herman Deru kaji soal ASN kerja dari rumah

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan tengah mengkaji kebijakan efisiensi jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah agar dapat menghemat BBM.
"Kita mengikuti anjuran pemerintah pusat agar melakukan efisiensi BBM. Bagaimana guncangan ekonomi global ini, dan satu-satunya pertahanan kita adalah efisiensi. Jadi, pemborosan energi yang tidak penting harus kita efisiensi lagi," ungkap Herman Deru, Senin (23/3/2026).
3. WFH jadi kebijakan pusat untuk antisipasi kelangkaan energi

Sejumlah langkah antisipasi menghadapi kelangkaan energi membuat Pemprov Sumsel mulai berbenah. Tak hanya BBM seperti bensin dan solar, penggunaan listrik turut menjadi perhatian untuk efisiensi.
"Misalnya, listrik yang tidak perlu akan kita efisiensikan lagi. Setiap tetes BBM yang bersubsidi itu juga kan ada andil dari masyarakat dan negara, sehingga negara ini bisa tetap survive," jelas dia.
Pemprov Sumsel masih menunggu arahan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait penerapan kebijakan WFH. Dalam rencananya, skema kerja dari rumah tersebut akan diberlakukan satu hari dalam sepekan, dengan tujuan mengurangi penggunaan kendaraan dinas dan menekan konsumsi BBM.
"Jadi, penerapan WFH satu hari bagi ASN, tujuannya agar kendaraan dinas tak mengonsumsi BBM dalam sehari dan bisa terjadi efisiensi," sambungnya.















